Pramono Lantik 1.882 Pejabat Eselon III dan IV: Semuanya Kini Terisi

2026-01-17 03:14:51
Pramono Lantik 1.882 Pejabat Eselon III dan IV: Semuanya Kini Terisi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik 1.882 pejabat administrator, pengawas, ketua subkelompok, pejabat fungsional, serta kepala sekolah di Balai Kota Jakarta. Dengan pelantikan massal ini, Pramono menegaskan seluruh posisi jabatan struktural di Pemprov DKI kini terisi penuh."Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah DKI Jakarta secara serius mengisi seluruh pejabat yang ada. Memang sempat lama terjadi kekosongan, dan kini semuanya sudah terisi dan bisa bekerja secara maksimal," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu .Pramono memerinci bahwa pejabat administrator, pengawas, dan ketua subkelompok yang dilantik hari ini berjumlah 686 orang. Sementara itu, pejabat fungsional yang diangkat mencapai 523 orang melalui mekanisme pengangkatan pertama, ditambah sejumlah jabatan pindahan dari 14 perangkat daerah.Adapun pejabat fungsional guru yang dipercaya menjadi kepala sekolah mencapai 673 orang. "Kalau dijumlah dari hari ini dan dua minggu lalu, totalnya 2.700 orang pejabat sudah dilantik," jelasnya.Pramono juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan dan sistem meritokrasi. Ia bersama Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno memastikan setiap jabatan diisi oleh SDM terbaik, yang bekerja cepat dan responsif terhadap kebutuhan publik.Di sisi lain, Pramono juga turut menyinggung capaian Jakarta selama sembilan bulan pemerintahannya, termasuk naiknya posisi Jakarta pada Global City Index dari peringkat 74 menjadi 71. Ia menyebut kemajuan tersebut sejalan dengan stabilnya ekonomi, terkendalinya inflasi, serta meningkatnya investasi dan kualitas layanan publik."Tantangan ketimpangan sosial dan ekonomi masih harus kita hadapi. Rasio GINI meningkat menjadi 0,423 pada 2024. Ini harus dijawab dengan kebijakan yang inklusif dan terukur," tegasnya.Kepada para pejabat yang baru dilantik, Pramono meminta dukungan untuk mempercepat penanganan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus memperkuat peran perangkat daerah dalam merumuskan kebijakan publik.Ia juga memberi pesan khusus kepada para kepala sekolah untuk memperkuat mutu pembelajaran, memastikan lingkungan pendidikan bebas dari kekerasan, dan mengelola dana BOS secara akuntabel.Tonton juga Video: Pramono Lantik Ratusan Pejabat Fungsional di Pemprov DKI, Mayoritas Guru[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-17 03:01