Komisi V DPR: Banjir di Sumatera Anomali, Hujan untuk 1 Bulan Tumpah dalam 1 Hari

2026-01-13 06:20:12
Komisi V DPR: Banjir di Sumatera Anomali, Hujan untuk 1 Bulan Tumpah dalam 1 Hari
JAKARTA, - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyebut bencana banjir bandang serta longsor yang terjadi di Pulau Sumatera sebagai anomali.Lasarus meminta Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memberikan penjelasan soal bencana tersebut dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Komisi V DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin ."Demikian juga BMKG nanti juga turun disampaikan Pak ya. Ini fenomena apa ini? Sering Pak kita mengalami banjir dan tanah longsor, tapi menurut saya kejadian kali ini di Aceh, kemudian di Sumut, dan di Sumatera Barat ini menurut saya anomali Pak," ucap Lasarus dalam rapat.Menurutnya, bencana banjir bandang di Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Aceh menjadi anomali karena memakan ratusan korban jiwa dan korban hilang.Baca juga: Pemerintah Dimita Petakan Guru dan Siswa Terdampak Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar"Anomali masuk kategori kejadian yang luar biasa, dengan korban 700 hampir 800 orang yang meninggal plus yang masih hilang sampai hari ini," ucap dia.Lasarus juga mengatakan bahwa ada fenomena siklon tropis yang membuat hujan di Sumatera menjadi semakin ekstrem.Fenomena siklon tropis ini, lanjut dia, membuat volume hujan yang seharusnya berlangsung satu bulan malah turun dalam satu hari."Saya yakin Pak, masyarakat pasti tidak monitor ini bahwa ada siklon tropis yang terperangkap di apa namanya di atas Sumatera ini, sehingga hujan tumpah di situ semua. Tadi Kepala BMKG sempat menyampaikan kepada saya, itu hujan untuk satu tahun Pak ya?" tanya Lasarus."Satu bulan," jawab Kepala BMKG."Hujan untuk satu bulan hanya tumpah dalam satu hari. Jadi volume hujan satu bulan tumpah dalam satu hari," tegas Lasarus lagi.Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Banjir Sumatera: Curah Hujan Bulanan Tumpah dalam Satu HariDia berharap fenomena ini ke depannya bisa dideteksi lebih awal."Nah ini kan juga fenomena yang harusnya, apakah teknologi kita, peralatan kita sudah bisa mendeteksi ini, sehingga masyarakat ada kewaspadaan," ucap Lasarus.Pada kesempatan ini, Lasarus juga meminta Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi'i, mengupayakan agar korban hilang di Sumatera bisa ditemukan.Komisi V DPR juga mengapresiasi kinerja Basarnas dalam melakukan evakuasi sejak awal bencana terjadi."Paling tidak bisa ditemukanlah keberadaannya, seperti apapun kondisinya terakhir," imbuh Lasarus.Diketahui, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera telah memakan banyak korban.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Minggu , total 442 warga meninggal dunia dan 402 orang masih hilang.


(prf/ega)