Kuliah Gratis Pemprov Kalteng di 34 Kampus, Anak Miskin dari Pelosok Dibantu Penuh

2026-01-11 04:22:15
Kuliah Gratis Pemprov Kalteng di 34 Kampus, Anak Miskin dari Pelosok Dibantu Penuh
PALANGKA RAYA, - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah meluncurkan program kuliah gratis bertajuk “Satu Rumah Satu Sarjana”.Program ini ditujukan untuk memberikan bantuan pendidikan penuh bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan tinggal di wilayah pelosok.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyatakan bahwa program ini telah menunjukkan kemajuan signifikan sejak diluncurkan.Baca juga: Kuota Beasiswa Kuliah Gratis Pemprov Kalteng Masih Tersisa, Begini Cara DaftarnyaDari total 37 perguruan tinggi di Kalteng, sebanyak 34 kampus telah menandatangani kesepakatan kerja sama untuk mendukung kuliah gratis bagi anak-anak Kalteng.“Harapan kita, program ini benar-benar menyentuh anak-anak di wilayah terpencil. Jangan sampai ada lagi lulusan SMA yang pintar tetapi berhenti sekolah hanya karena faktor biaya,” ungkap Reza saat diwawancarai di Palangka Raya, Selasa .Kampus-kampus yang terlibat dalam program ini antara lain Universitas Palangka Raya, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Universitas Kristen Palangka Raya, Institut Agama Kristen Negeri, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, dan STMIK Palangka Raya.Selain itu, perguruan tinggi kesehatan dan ekonomi di Pangkalan Bun, Sampit, Kuala Kapuas, Muara Teweh, Buntok, Lamandau, Seruyan, Sukamara, dan Murung Raya juga berpartisipasi.Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menekankan pentingnya mendorong anak-anak daerah untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Kalteng, sambil tetap membuka peluang bagi mereka yang ingin melanjutkan ke luar daerah.“Kami sudah turun langsung ke pelosok, melihat sendiri kondisi sekolah-sekolah bahkan hingga SD. Pendidikan adalah salah satu faktor pemutus rantai kemiskinan,” tuturnya.Agustiar juga menambahkan bahwa apabila kondisi fiskal (APBD Kalteng) memungkinkan, insentif khusus dapat diberikan kepada rektor dan perguruan tinggi yang berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan.“Insentif itu bisa kita berikan apabila nanti APBD kita sudah membaik,” imbuhnya.Baca juga: Anggaran Menipis Imbas TKD Dipangkas, Bagaimana Nasib Program Kuliah Gratis Pemprov Kalteng?Ia menekankan bahwa Kalimantan Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.Namun, kekayaan tersebut hanya dapat dirasakan manfaatnya secara luas jika didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.“Selain menguatkan upaya kami, kami juga berupaya terus menagih komitmen perusahaan untuk menjalankan kewajiban CSR, menyerap tenaga kerja lokal, dan menyediakan ruang magang bagi mahasiswa lokal agar bekerja di perusahaannya,” tutup Agustiar.


(prf/ega)