Mandiri Inclusivity Summit 2025: Strategi Bank Mandiri Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas

2026-01-13 06:42:24
Mandiri Inclusivity Summit 2025: Strategi Bank Mandiri Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas
- Bank Mandiri terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Penguatan peran itu diwujudkan secara konkret melalui penyelenggaraan Mandiri Inclusivity Summit 2025 dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari dukungan berkelanjutan bank bersandi saham BMRI itu dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif sekaligus memperluas akses ekonomi bagi penyandang disabilitas. Kegiatan itu juga sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan sumber daya manusia (SDM), pemerataan kesempatan, dan pembangunan berbasis keadilan sosial. Direktur Human Capital and Compliance Bank Mandiri, Eka Fitria menyatakan, penyelenggaraan Mandiri Inclusivity Summit 2025 berfokus pada peningkatan literasi keuangan, penguatan kapasitas usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta perluasan akses pembiayaan dan kesempatan kerja yang setara. Baca juga: Dirut dan Direksi Bank Mandiri Tinjau Langsung Kesiapan Bantuan untuk Korban Bencana di SumateraDalam kegiatan ini, Bank Mandiri mengusung tema “Fostering Disability-Inclusive Societies for Advancing Social Progress”, yang menekankan kolaborasi setara dalam karya dan rasa.Sebagai agenda utama, Bank Mandiri menghadirkan talk show bertajuk Empowering Entrepreneurs Through Financial Intelligence.Gelar wicara itu membahas strategi pengelolaan keuangan usaha, perencanaan bisnis berkelanjutan, serta optimalisasi produk dan layanan perbankan untuk mendukung UMKM penyandang disabilitas. Talk show tersebut menghadirkan Vice President SME Group Bank Mandiri Jessica Nicoline Sengkey dan Cofounder Alunjiva Indonesia Fany Efrita Rotua Ritonga. Dalam kesempatan itu, Eka menegaskan, inklusivitas merupakan fondasi penting dalam penguatan daya saing SDM dan dunia usaha. Baca juga: Bank Mandiri Kembali Salurkan Bantuan Bencana ke Tiga Titik di SumutOleh karena itu, Bank Mandiri memandang inklusivitas sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, tidak hanya melalui akses layanan keuangan, tetapi juga dengan menciptakan tempat kerja yang terbuka dan setara bagi semua. “Upaya ini sejalan dengan arah pembangunan nasional untuk memperkuat kualitas SDM dan memperluas partisipasi masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi,” ujar Eka dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Kamis .Sementara itu, Fany Efrita Rotua Ritonga menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem inklusif. Menurut dia, pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.“Dukungan terhadap ekosistem, mulai dari akses pengetahuan, jejaring, hingga layanan keuangan yang inklusif, menjadi penting agar penyandang disabilitas dapat berdaya dan berkontribusi dalam pembangunan sosial,” kata Fany. Baca juga: Bank Mandiri Hadirkan Promo FOMO Akhir Tahun hingga Rp 2,5 Juta


(prf/ega)