Goldman Sachs Prediksi Harga Emas Tembus 4.900 dollar AS pada 2026

2026-01-12 19:20:19
Goldman Sachs Prediksi Harga Emas Tembus 4.900 dollar AS pada 2026
– Goldman Sachs memprediksi harga emas menembus 4.900 dollar AS per ounce pada Desember 2026. Proyeksi tersebut disampaikan meski harga emas dunia sempat melemah tipis setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan.Dalam catatan yang dirilis Kamis , Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan naik sekitar 14 persen dari level saat ini.Bank investasi asal AS itu juga menilai terdapat risiko kenaikan yang lebih tinggi, seiring potensi meningkatnya permintaan diversifikasi dari investor swasta.Baca juga: Kenaikan Harga Perak Melejit Lampaui Emas, Goldman Sachs Wanti-wanti RisikoPada perdagangan Jumat , harga emas dunia tercatat melemah. Kontrak berjangka emas turun 0,3 persen menjadi 4.351,80 dollar AS per ounce, sementara harga emas spot relatif stabil di level 4.326,73 dollar AS per ounce.Pelemahan tersebut terjadi setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi."Rilis inflasi yang lebih lunak menjadi pedang bermata dua (bagi emas dan perak), karena di satu sisi memperkuat alasan sikap The Fed yang cenderung longgar, tetapi di sisi lain mengurangi daya tariknya sebagai lindung nilai terhadap inflasi,” ujar Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer dikutip dari Yahoo Finance, Minggu .Baca juga: CEO Goldman Sachs Prediksi Pasar Saham Akan Turun 12–24 Bulan Lagi akibat Demam AIMenurut Waterer, penguatan dollar AS juga turut menjadi faktor penahan pergerakan harga emas. “Dollar yang tetap bertahan kuat juga menciptakan tekanan (hambatan) bagi pergerakan harga” katanya.Meski demikian, Goldman Sachs tetap optimistis terhadap prospek emas ke depan.Dalam laporan terpisah mengenai outlook komoditas 2026, Goldman Sachs menyebut permintaan bank sentral yang masih tinggi serta dukungan siklus dari pemangkasan suku bunga Federal Reserve AS akan menopang harga emas.Goldman Sachs juga menegaskan tetap merekomendasikan posisi beli atau long exposure terhadap emas.Baca juga: Goldman Sachs: Penggunaan AI Generatif Ternyata Sedot Energi yang BesarSementara itu, harga minyak dunia bergerak melemah pada awal perdagangan Jumat dan diperkirakan mencatat penurunan untuk pekan kedua berturut-turut. Tekanan harga dipicu oleh meningkatnya ekspektasi tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.Harga minyak Brent turun 0,3 persen menjadi 59,63 dollar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,1 persen ke level 55,97 dollar AS per barel.Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina “Semakin mendekati kesepakatan”, menjelang pertemuan antara pejabat AS dan Rusia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan.Di sisi lain, ketidakpastian masih menyelimuti implementasi perintah AS untuk memblokir kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi.Baca juga: Harga Emas Dunia Dekati Rekor, Sentimen Inflasi AS Jadi PendorongVenezuela menyumbang sekitar 1 persen dari pasokan minyak global. Pekan lalu, Penjaga Pantai AS menyita sebuah kapal tanker minyak Venezuela.


(prf/ega)