Basarnas Soroti Permukiman Warga Sumatera yang Rawan Longsor dan Banjir

2026-01-12 18:21:36
Basarnas Soroti Permukiman Warga Sumatera yang Rawan Longsor dan Banjir
JAKARTA, - Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M. Syafi'i menyoroti warga Sumatera yang rata-rata memilih tinggal di tepi sungai.Syafi'i menduga hal tersebut menjadi alasan mengapa begitu banyak korban yang timbul dari bencana longsor dan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat."Misalkan di wilayah Sumatera khususnya, kenapa korban begitu banyak, dan kami mengharapkan dengan apa yang kami sampaikan, kami berharap untuk bisa dibantu untuk sosialisasi kepada masyarakat," ujar Syafi'i dalam rapat kerja Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin .Baca juga: Komisi V Minta Basarnas Berani Ungkap Penyebab Bencana, Singgung Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera"Jadi kalau kami lihat bahwa struktur tanah yang ada di wilayah Sumatera ini sebenarnya, kalau kami lihat, pertama, masyarakat tinggal rata-rata di tepi sungai atau di tepi jalan raya. Di mana jalan raya ini selalu ada di punggung dari bukit-bukit," sambungnya.Menurut Syafi'i, tempat tinggal warga berada di lokasi yang terjal, tetapi terjalnya berupa tanah, bukan bebatuan.Dengan begitu, ketika terjadi longsor, jalur permukiman dapat dengan mudah terputus begitu saja."Kami melihat bahwa bagaimana longsoran-longsoran ini yang luar biasa. Dan ini sangat memungkinkan bahwa jalan-jalan yang putus di situ ada pemukiman ini sangat mudah sekali terdampak," jelas Syafi'i.Baca juga: Basarnas Akui Kekurangan Sarana dan Personel, 1 Kantor Cover 18 Kabupaten/KotaSedangkan untuk yang tinggal di tepi sungai, Syafi'i menilai para korban tersapu oleh banjir."Begitu juga yang ada tidak jauh dari sungai bawah. Kemarin hampir total kalau kami prediksi 800 korban, di mana 400 sekian sudah kami temukan, dan 400 belum kami temukan. Kemungkinan besar karena tersapu oleh kondisi alam yang memang seperti itu," imbuhnya.


(prf/ega)