8 Fakta Penembakan Bondi Beach: Identitas Pelaku, Korban Warga Asing, dan Motif Serangan

2026-01-12 04:15:35
8 Fakta Penembakan Bondi Beach: Identitas Pelaku, Korban Warga Asing, dan Motif Serangan
– Australia berduka setelah terjadi tragedi penembakan Bondi Beach di Sydney pada Minggu .Aksi kejahatan tersebut menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya.Penembakan diketahui dilakukan oleh seorang ayah dan anaknya. Baca juga: Video Detik-detik Penembakan Bondi Beach, Terdengar 103 Tembakan, Pelaku Pilih TargetUntuk lebih jelasnya, berikut adalah sederet fakta yang telah diketahui terkait insiden penembakan Bondi Beach: Layanan darurat Australia menerima laporan tembakan sekitar pukul 18.47 waktu setempat. Insiden terjadi di Bondi Beach, salah satu destinasi wisata paling populer di Sydney.Dikutip dari Reuters, penembakan berlangsung saat acara tahunan perayaan Hanukkah yang dihadiri sekitar 1.000 orang.Kepolisian menyebut pelaku melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga yang sedang mengikuti acara tersebut.Kepolisian New South Wales (NSW) menyatakan, serangan tersebut menewaskan 15 orang.Korban tertua berusia 87 tahun, sementara korban termuda adalah seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit anak.Sebanyak 42 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit dengan luka tembak dan cedera lain.Lima di antaranya berada dalam kondisi kritis, termasuk dua anggota kepolisian yang terluka saat baku tembak dengan pelaku.Baca juga: Tragedi Penembakan Massal di Bondi Beach Australia, Apa Saja yang Perlu Diketahui?Kepolisian NSW mengungkapkan, pelaku penembakan adalah seorang pria berusia 50 tahun dan anak laki-lakinya yang berusia 24 tahun. Media Australia mengidentifikasi keduanya sebagai Sajid Akram dan Naveed Akram.Sajid Akram tewas di lokasi setelah terlibat baku tembak dengan polisi. Sementara Naveed Akram mengalami luka kritis dan kini dirawat di rumah sakit di bawah penjagaan ketat aparat.Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, menyebut Sajid Akram datang ke Australia menggunakan visa pelajar pada 1998 dan kemudian menjadi penduduk tetap. Anak pelaku merupakan warga negara Australia yang lahir di negara tersebut.Polisi mengatakan, keduanya menggunakan senjata laras panjang untuk menembaki kerumunan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-12 04:23