20.000 Personel TNI Siap Dikirim ke Gaza, Tinggal Menunggu Restu PBB

2026-02-03 04:41:56
20.000 Personel TNI Siap Dikirim ke Gaza, Tinggal Menunggu Restu PBB
- Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan 20.000 personel untuk menjalankan misi perdamaian di Gaza, terdiri dari satuan kesehatan dan pasukan Zeni Konstruksi.Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, mengatakan bahwa seluruh prajurit yang disiapkan telah memiliki pengalaman dalam menjalankan misi operasi militer selain perang (OMSP), baik di dalam maupun luar negeri.“Personel tersebut berasal dari satuan yang rutin menjalani pembinaan OMSP dan misi Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), sehingga kemampuan dasar, interoperabilitas, kesiapsiagaan logistik, dan operasi di berbagai medan sudah terbentuk,” ujar Freddy di Jakarta, Sabtu , seperti dikutip Antara.Baca juga: Identitas Jenderal Bintang 2 di Eksekusi Lahan Jusuf Kalla Terungkap, TNI AD Telusuri PerannyaFreddy menjelaskan bahwa 20.000 prajurit tersebut akan bertugas memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak perang, sekaligus membantu pembangunan infrastruktur dasar.Satuan Zeni akan mengerjakan sejumlah fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat Gaza.Para personel dilengkapi dengan berbagai peralatan medis dan fasilitas konstruksi yang akan dikirim bersamaan dengan keberangkatan pasukan TNI ke Gaza.“Kita siapkan seperti fasilitas rumah sakit lapangan, peralatan medis emergensi, ambulans, perlengkapan air bersih dan sanitasi, serta kemampuan konstruksi Zeni termasuk alat berat dan sarana rekonstruksi,” terang Freddy.Karena seluruh personel TNI telah terbiasa menangani operasi militer selain perang, menurut Freddy, mereka hanya memerlukan beberapa pelatihan tambahan sebelum diterjunkan.Hingga kini, TNI masih menunggu persetujuan resmi dari pemerintah serta PBB terkait waktu keberangkatan.Baca juga: Penjelasan TNI AD soal Jenderal Bintang 2 Ada di Lokasi Sengketa Lahan Jusuf KallaSebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pemerintah Indonesia memiliki dua jalur untuk memperoleh restu internasional sebelum mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza.“Ada dua alternatif. Alternatif pertama adalah di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” kata Sjafrie di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa lalu .Menurut Sjafrie, Indonesia memiliki hubungan kerja sama yang panjang dengan PBB dalam pengiriman pasukan perdamaian di sejumlah wilayah konflik, termasuk Afrika dan Lebanon.Untuk itu, diperlukan komunikasi tingkat kepala negara agar tercapai kesepakatan internasional.Selain PBB, Indonesia juga perlu memperoleh dukungan dari negara-negara kawasan yang memiliki peran strategis dalam konflik di Gaza.“Bagi negara-negara Arab, yaitu Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar dan Uni Emirat Arab, kalau itu menyatakan silahkan, maka Indonesia dengan senang hati akan melibatkan (diri),” jelas Sjafrie.Ia menambahkan bahwa persetujuan juga harus melibatkan pihak Israel.“Tentu saja (termasuk) Israel, karena Israel adalah bagian yang sangat kompeten di dalam persoalan ini,” pungkasnya.Baca juga: Markas Grup 4 Kopassus Segera Dibangun di Kaltim, Kukar Jadi Basis Baru Pasukan Elit TNI AD


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-03 04:52