JAKARTA, – Sebuah gerakan perubahan pola pikir anak muda di bidang energi mulai menggeliat di berbagai kampus di Indonesia. Gerakan bertajuk Project Mindset Shifting ini mengajak generasi muda untuk tidak lagi bergerak sendiri-sendiri, melainkan berkolaborasi lintas keahlian dan daerah demi menyiapkan energi masa depan Indonesia.“Ini adalah gerakan perubahan paradigma anak muda dalam membangun masa depan energi bangsa. Indonesia Emas 2045 ada di tangan kita bersama,” ujar Muhammad Iksan Kiat, Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam perjalanan roadshow ke 28 kampus di 20 provinsi, melalui keterangannya, Selasa .Menurut Iksan, energi pemuda perlu disalurkan untuk berpikir besar, berani mengambil langkah besar, dan berbuat nyata.“Pemuda tidak hanya harus siap kerja, tapi siap membangun bangsa dan berkarya untuk seluruh umat manusia,” katanya.Inisiatif ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) muda yang tangguh di sektor energi dan mineral. “SDM anak muda ini penting, dan pemerintah selalu hadir mempermudah persiapan mereka menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Bahlil dalam acara "Roadshow Indonesia Emas" di Surabaya, beberapa waktu lalu.Baca juga: METI Diminta Cetak SDM Energi Berintegritas Kelas GlobalDOK. KEMENTERIAN ESDM Muhammad Iksan Kiat, Tenaga Ahli Menteri ESDMDari hasil dialog di kampus, Iksan mencatat tiga aspirasi utama mahasiswa. Pertama, penguatan kompetensi lokal. Banyak anak muda berharap ada pusat pengembangan SDM unggul di daerah agar tak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pelatihan di pulau Jawa.Kedua, riset dan pengembangan berbasis potensi energi daerah. “Banyak perguruan tinggi siap terlibat dalam riset dan inovasi energi, tetapi perlu dukungan fasilitas laboratorium dan pendanaan dari lembaga seperti BRIN, Kemenristekdikti, dan Kementerian ESDM,” jelasnya.Ketiga, pelatihan kewirausahaan dan akses pendanaan di sektor energi. Menurut Iksan, anak muda ingin mengambil peran dalam rantai nilai sektor ESDM, mulai dari teknologi pendukung hingga usaha mikro energi lokal.Baca juga: Pemerintah Diminta Fokus Ketahanan Energi, Gas Jadi PrioritasKetua Komunitas Migas dan Energi Indonesia Herry Putranto menilai gerakan ini sebagai investasi sosial jangka panjang. “Konsistensi membina jaringan muda energi akan menentukan kualitas SDM strategis sektor ESDM di masa depan,” ujarnya.Senada, Tenaga Ahli Menteri ESDM bidang SDM dan Kewirausahaan Benny Batubara menambahkan, hasil roadshow tersebut harus ditindaklanjuti secara konkret. “Kita perlu segera mengompilasi hasilnya menjadi policy brief untuk BPSDM ESDM. Langkah lanjutnya bisa berupa riset bersama atau inkubasi kewirausahaan energi di kampus,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Divisi SKK Migas Surya Widyantoro yang turut menjadi fasilitator roadshow menegaskan, gerakan ini penting untuk menyatukan potensi generasi muda. “Ketika mereka memahami peran strategisnya dalam ekosistem energi nasional, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan lagi mimpi, tapi keniscayaan,” ujarnya.Gerakan "Mindset Shifting" menjadi bukti bahwa perubahan besar menuju kemandirian energi tidak selalu dimulai dari ruang rapat pemerintahan, melainkan dari ruang-ruang diskusi kampus yang menyalakan semangat kolaborasi dan optimisme generasi muda Indonesia.
(prf/ega)
Gerakan Anak Muda Siapkan Ketahanan Energi Indonesia 2045
2026-01-12 03:33:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:30
| 2026-01-12 02:01










































