JAKARTA, - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menduga adanya agenda atau operasi politik di balik isu ijazah palsu.Pasalnya, ia melihat bahwa isu ijazah palsu sudah bergulir selama empat tahun dan tidak kunjung rampung.Hal tersebut Jokowi sampaikan dalam wawancara eksklusif Program Khusus Kompas TV di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Selasa malam.Baca juga: Jokowi soal Isu Ijazah Palsu: Ijazahnya Saya Pegang, Gitu Loh"Yang membuat ijazah saja sudah menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana. Dan yang saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik, yang sehingga bisa sampai bertahun-tahun enggak rampung-rampung," ujar Jokowi, dikutip dari Kompas TV, Selasa malam.Jokowi melihat, ada keinginan untuk merendahkan dan menurunkan reputasi lewat isu ijazah palsu yang terus bergulir."Ya mungkin untuk kepentingan politik. Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekan, merendahkan, menghina, menuduh, semua dilakukan untuk apa? Kalau hanya untuk main-main, kan mesti kepentingan politiknya di situ," ujar Jokowi.Baca juga: Jokowi Ramalkan Revolusi Besar AI, Khawatirkan PenyalahgunaannyaPada masa-masa ekstrem seperti ini, Jokowi menilai bahwa semua pihak seharusnya berkonsentrasi terhadap hal-hal yang besar."Untuk strategi besar negara, untuk kepentingan yang lebih besar bagi negara ini. Misalnya tadi yang berkaitan dengan menghadapi masa-masa ekstrem, menghadapi masa-masa perubahan karena artificial intelligence, karena humanoid robotic," ujar Jokowi."Jangan malah kita, energi besar kita, kita pakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya urusan ringan," ujar Jokowi.Baca juga: Jokowi soal Penanganan Banjir Sumatera: Perlu Waktu, Insyaallah Bisa Kita LaluiFrisca Clarissa sebagai pembawa acara kemudian bertanya kepada Jokowi soal adanya agenda dan orang besar di balik isu ijazah palsu. Jokowi pun menjawab "iya"."Saya pastikan, iya," singkat Jokowi.Frisca kembali bertanya, apakah Jokowi mengetahui orang besar di balik isu ijazah palsu selama ini."Ya, saya kira gampang ditebak lah. Tidak perlu saya sampaikan," singkat Jokowi lagi.Baca juga: PSI Sebut Pemimpin Lahir karena Kehendak Tuhan, Singgung Jokowi Tukang Kayu Jadi PresidenJokowi pun menegaskan, persoalan ijazah palsu yang dibawanya ke ranah hukum diharapkan jadi pembelajaran untuk tidak mudah menuduh seseorang."Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang," ujar Jokowi.
(prf/ega)
Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Orang Besar di Balik Isu Ijazah Palsu
2026-01-12 08:02:38
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:59
| 2026-01-12 07:05
| 2026-01-12 06:50










































