Juru Bicara Hamas Abu Obeida Tewas, Jubir Baru Telah Ditunjuk

2026-01-11 23:43:59
Juru Bicara Hamas Abu Obeida Tewas, Jubir Baru Telah Ditunjuk
GAZA, – Hamas mengonfirmasi bahwa juru bicara sayap bersenjatanya, yang dikenal sebagai Abu Obeida, serta Mohammed Sinwar—mantan pemimpin Hamas di Gaza—telah tewas dalam perang Israel di Gaza awal tahun ini.Kepastian itu disampaikan melalui pernyataan video Brigade al-Qassam pada Senin .Dalam pernyataan tersebut, Hamas sekaligus mengumumkan penunjukan juru bicara baru yang tampil bertopeng.Baca juga: Pemimpin Milisi Anti-Hamas Bekingan Israel Tewas dalam Pertempuran di GazaDalam pernyataan itu, juru bicara baru mengungkap identitas asli Abu Obeida untuk pertama kalinya. Ia mengatakan nama sebenarnya adalah Hudhayfah Samir Abdullah al-Kahlout.“Kami mengumumkan dengan bangga gugurnya pemimpin besar Abu Obeida,” ujarnya.“Kami telah mewarisi gelarnya,” imbuhnya.Militer Israel sebelumnya menyatakan pada Mei bahwa mereka telah membunuh Mohammed Sinwar, adik dari mantan pemimpin Hamas Yahya Sinwar. Tiga bulan kemudian, Israel juga mengatakan Abu Obeida telah tewas.AFP/MAHMUD HAMS Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh (kiri), komandan Hamas Mohammed Deif (tengah), dan pemimpin politik Hamas di Gaza, Yahya Sinwar (kanan).Abu Obeida dikenal sebagai suara kunci Hamas di Gaza. Ia kerap merilis pernyataan tentang perkembangan di medan tempur, dugaan pelanggaran gencatan senjata, serta kesepakatan pertukaran tawanan Israel dengan tahanan Palestina pada awal tahun ini, selama gencatan senjata singkat yang kemudian disebut Hamas dihancurkan secara sepihak oleh Israel.Pernyataan terakhir Abu Obeida disampaikan pada awal September, ketika Israel memulai tahap awal serangan militer baru ke Kota Gaza.Saat itu, wilayah tersebut dinyatakan sebagai zona tempur, ratusan bangunan permukiman dihancurkan, dan warga Palestina mengungsi secara massal.Baca juga: Hamas Bahas Tahap Kedua Gencatan Senjata Gaza dengan Mesir, Termasuk Pelucutan SenjataBrigade al-Qassam juga mengonfirmasi kematian sejumlah komandan senior lainnya, termasuk Mohammed Shabanah, kepala Brigade Rafah, serta dua pemimpin lain, Hakam al-Issa dan Raed Saad.Mereka termasuk dalam daftar panjang perwakilan Hamas yang dipastikan tewas dalam dua tahun terakhir, di antaranya pemimpin politik tertinggi Yahya Sinwar, komandan militer Mohammed Deif—salah satu pendiri Brigade al-Qassam pada 1990-an—serta kepala politik Ismail Haniyeh, yang dibunuh di Teheran, Iran.Pernyataan itu menyebutkan Mohammed Sinwar sempat menggantikan Deif sebagai kepala staf Brigade al-Qassam setelah kematian Deif.Ia memimpin kelompok tersebut melalui fase yang digambarkan sebagai “sangat sulit secara kritis” sebelum akhirnya tewas.


(prf/ega)