- Work life balance kini dianggap sebagai kunci gaya hidup sehat hingga kesehatan mental yang lebih stabil.Baru-baru ini, perusahaan HR-tech, Remote merilis daftar Global Life Work Balance Index 2025.Mereka mengukur berbagai indikator, mulai dari jumlah cuti tahunan yang diwajibkan, besaran pembayaran saat cuti sakit, hingga durasi cuti melahirkan berbayar.Temuan ini kemudian diperkaya dengan data OECD mengenai rata-rata jam kerja dan porsi waktu yang digunakan untuk bersantai, serta merawat diri di 22 negara anggotanya.Indeks ini juga menganalisis 60 negara dengan perekonomian terbesar untuk menilai sejauh mana suatu negara mendukung warganya bekerja dengan baik tanpa mengorbankan kehidupan pribadi.Penilaian mencakup berbagai indikator, mulai dari cuti berbayar, cuti sakit, kebijakan cuti melahirkan, upah minimum, layanan kesehatan, tingkat kebahagiaan, durasi jam kerja, hingga keamanan umum. Setiap negara mendapat skor maksimal 100.Baca juga: Menangkap Phigital, Mozaik Gaya Hidup Berbasis IT Saat IniPengukuran terbaru Global Life Work Balance Index 2025 kembali menempatkan Selandia Baru sebagai negara dengan kualitas hidup dan kerja terbaik di dunia selama tiga tahun berturut-turut.Peningkatan skor tahunannya antara lain dipengaruhi kenaikan upah minimum pada 2024. Selandia Baru mencatat skor 86,87, unggul di hampir seluruh kategori.Karyawan di negara tersebut berhak atas 32 hari cuti berbayar, enam bulan cuti melahirkan dengan gaji penuh, serta salah satu upah minimum tertinggi di dunia senilai 16,42 dollar AS (sekitar Rp 274.189) per jam.“Negara-negara seperti Selandia Baru dan banyak negara Eropa menerapkan kebijakan yang menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai prioritas,” demikian temuan laporan tersebut.Di posisi berikutnya, Irlandia menempati peringkat kedua dengan skor 81,17, didorong oleh standar upah minimum yang kompetitif dan kebijakan cuti melahirkan yang lebih fleksibel.Belgia menyusul di urutan ketiga dengan skor 75,91, unggul pada tunjangan sakit dan jaminan cuti melahirkan.Negeri itu juga dikenal sebagai salah satu negara paling bahagia di Eropa, dengan rata-rata jam kerja hanya 34,1 jam per minggu.Baca juga: 2 Mahasiswa Vietnam Gagal Ginjal akibat Gaya Hidup Tak Sehat, Apa yang Dikonsumsi?Berikut lima negara teratas yang dinilai memiliki keseimbangan kerja dan kehidupan paling ideal:Berikut adalah lima negara dengan keseimbangan keseimbangan kerja dan kehidupan terburuk:Baca juga: Studi Ungkap Gaya Hidup yang Dapat Mengurangi Risiko Kanker Prostat, Apa Saja?
(prf/ega)
Negara dengan Work Life Balance Terbaik di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?
2026-01-12 04:53:27
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:24
| 2026-01-12 04:44
| 2026-01-12 04:33
| 2026-01-12 03:04
| 2026-01-12 02:43










































