Lokakarya Kolaborasi Indonesia dan Taiwan dalam Peningkatan Tata Kelola Sampah Plastik Laut di Indo-Pasifik

2026-02-08 20:27:53
Lokakarya Kolaborasi Indonesia dan Taiwan dalam Peningkatan Tata Kelola Sampah Plastik Laut di Indo-Pasifik
Jakarta - The Habibie Center (THC) dan Ocean Affairs Council (OAC) Taiwan menyelenggarakan Lokakarya Internasional dengan mengusung tema 'Indonesia-Taiwan Collaboration in Scaling Up Marine Plastic Debris Governance in the Indo-Pacific'.Lokakarya internasional ini merupakan kelanjutan dari kerja sama THC dan OAC dalam proyek tata kelola sampah laut di Indonesia. Sesi lokakarya ini melibatkan pembicara dari Indonesia, Jepang, Filipina, dan Taiwan.Acara ini dibuka oleh Direktur Eksekutif THC Mohammad Hasan Ansori dan Direktur Departemen Pembangunan Internasional OAC Lee Shan Ying.AdvertisementAnsori menggarisbawahi urgensi kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di wilayah tangkapan sampah laut di Indo-Pasifik, terutama Indonesia dan Taiwan."Masalah timbunan sampah plastik di laut sudah semakin mendesak dan semakin meningkat setiap tahunnya telah mencemari laut dan sekitarnya," ujar Ansori melalui keterangan tertulis, Kamis ."Sehingga diperlukan kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di wilayah tangkapan sampah laut di Indo-Pasifik, terutama Indonesia dan Taiwan. Kerja sama ini bertujuan untuk mengintegrasikan kekuatan dan berbagi pengalaman dalam meminimalisasi sampah yang lepas ke badan air, seperti sungai, danau, dan laut," sambung dia.Direktur Departemen Pembangunan Internasional OAC Lee Shan Ying menyambut baik yang disampaikan Ansori. Lee meminta generasi muda dilibatkan untuk menjaga laut di Indo-Pasofoc agar tidak banyak sampah pelastik yang bisa merusak ekosistem."Dalam kolaborasi multipihak ini juga penting untuk melibatkan generasi muda. Taiwan memiliki ragam inovasi berbasis komunitas yang dikelola oleh anak-anak muda secara aktif," ucap Lee."Utamanya, karena sejak kecil, mereka sudah dibiasakan untuk memilah sampah, baik itu sampah plastik, sampah makanan, maupun jenissampah lainnya. Hal ini terus kami dorong melalui pengajaran di sekolah dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya memiliki lingkungan yang bersih," sambung Lee. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Komitmen keberlanjutan yang digaungkan selama 25 tahun tecermin melalui berbagai program, seperti aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, pengembalian botol kosong di toko ritel, penggunaan plastik daur ulang pada kemasan, serta kegiatan rutin bersih-bersih pantai dan pura di wilayah Jasri, Karangasem.Pertumbuhan Sensatia sepanjang 2025 turut diperkuat dengan sejumlah penghargaan dari media nasional serta perluasan jaringan ritel yang kini mencapai lebih dari 40 gerai di Indonesia.Baca juga: Rutinitas Skincare Mikha Tambayong, Contek untuk Wajah Bersinar“Komitmen kami tidak berubah, yaitu menjadi brand yang relevan serta membawa dampak positif bagi lingkungan. Langkah ini memastikan nilai-nilai clean beauty yang kami junjung tetap tecermin dalam setiap produk dan inisiatif kami,” lanjut Michael.Dok. Sensatia Deretan produk Sensatia, milai dari hair and gift set hingga mother and baby. Memasuki 2026, Sensatia akan memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan serta penguatan identitas brand melalui inovasi produk berbahan alami berkualitas tinggi.Setiap inovasi baru akan dikembangkan sesuai standar clean beauty dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan.“Kami melihat 2026 sebagai momentum positif bagi industri kecantikan alami di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap, tahun mendatang dapat menghadirkan produk perawatan kulit yang mindful dan memberikan manfaat nyata bagi keseharian,” kata Michael.Menutup 2025, Sensatia juga menghadirkan program The Art of Gifting berupa layanan complimentary gift box wrapping dengan minimum pembelanjaan tertentu di seluruh gerai.Baca juga: Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan PriaPelanggan dapat menikmati penawaran hemat hingga 25 persen sampai 31 Desember 2025.

| 2026-02-08 19:27