Mengenang Internet Explorer, Browser Legend yang Dulu Populer Hingga Pensiun

2026-01-11 03:41:43
Mengenang Internet Explorer, Browser Legend yang Dulu Populer Hingga Pensiun
- Internet Explorer pernah menjadi ikon web generasi awal, browser yang menemani jutaan pengguna menjelajahi dunia internet ketika koneksi masih mengandalkan dial-up dan laman web tampil sederhana.Kehadirannya dulu begitu dominan, bahkan menjadi pintu utama menuju internet di era 2000-an. Namun seiring pesatnya perkembangan teknologi, meningkatnya standar keamanan, serta munculnya browser modern yang lebih cepat dan efisien, Internet Explorer perlahan kehilangan panggungnya.Pada akhirnya, Microsoft resmi mengakhiri perjalanan panjang sang legenda dengan menghentikan dukungan dan memensiunkan Internet Explorer lebih cepat dari yang banyak orang prediksi.Kini, Internet Explorer tinggal kenangan, namun jejaknya tetap melekat sebagai salah satu perintis penting dalam sejarah peramban web. Selengkapnya berikut ini perjalanan Internet Explorer. Baca juga: 16 Tahun Lalu, Karyawan YouTube Berkonspirasi Bunuh Internet ExplorerInternet Explorer (IE) adalah salah satu nama paling ikonik dalam sejarah web. Dirilis pertama kali pada 1995 sebagai bagian dari Windows 95, IE hadir ketika akses internet sedang tumbuh pesat dan jumlah pengguna komputer meningkat.Microsoft saat itu membeli lisensi teknologi dari browser Mosaic milik Spyglass, lalu membangunnya menjadi Internet Explorer yang menjadi pintu masuk utama jutaan orang ke dunia maya.Pada era akhir 1990-an, Internet Explorer menjadi lawan utama Netscape Navigator. Strategi Microsoft mengintegrasikan IE langsung ke sistem operasi Windows membuat browser ini cepat menyebar dan menguasai pasar.Menjelang tahun 2001–2005, IE mencapai puncak kejayaannya dengan pangsa pasar hingga 90 persen. Angka ini hampir mustahil dikalahkan di zamannya.IE 6 yang hadir bersama Windows XP dianggap sebagai tonggak kejayaan terbesar. Browser ini membawa fitur kontrol konten, resize gambar otomatis, integrasi dengan Windows Messenger, dan standar baru untuk menjelajah web. Pada era itu, Internet Explorer bukan sekadar browser, tetapi simbol dominasi Microsoft dalam dunia komputasi.Namun, kejayaan IE tidak bertahan lama. Internet berkembang cepat, situs semakin kompleks, dan standar keamanan meningkat. IE 6 justru banyak dikritik karena sangat rentan terhadap malware dan exploit keamanan, membuat banyak pengguna beralih ke opsi yang lebih aman.Kemunculan Mozilla Firefox (2002) menjadi pukulan pertama. Firefox membawa DNA Netscape, tampil ringan, terbuka, dan lebih gesit. Pada 2005, Firefox sudah merebut 10 persen pasar.Namun yang benar-benar “menghancurkan” IE adalah Google Chrome. Diluncurkan pada 2008, Chrome menawarkan kecepatan, kesederhanaan, dukungan web modern, serta integrasi kuat dengan layanan Google.Lalu datang era smartphone yang menjadi pukulan terakhir. Ketika Safari terpasang otomatis di iPhone dan Chrome berkuasa di Android, akses internet bergeser dari desktop ke mobile.Pada 2016, StatCounter mencatat untuk pertama kalinya penggunaan internet mobile menyalip desktop. Pada saat yang sama, Chrome menguasai lebih dari 60 persen pangsa pasar. Internet Explorer dan Edge jika digabung pun kalah dari Firefox. Posisi IE benar-benar runtuh.Microsoft sebenarnya sudah memberi sinyal sejak lama bahwa IE akan pensiun. Pada 17 Agustus 2021, browser ini berhenti mendapat dukungan Microsoft 365.


(prf/ega)

Berita Lainnya