JAKARTA, - Kesadaran masyarakat Indonesia untuk melakukan skrining kanker masih tergolong rendah, meskipun teknologi medis dan akses layanan kesehatan terus berkembang. Padahal, deteksi dini menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan dan kualitas hidup pasien kanker. Rendahnya angka skrining kanker dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari ketakutan pasien hingga maraknya informasi keliru di masyarakat.Baca juga: Penulis Sophie Kinsella Meninggal Dunia karena Kanker Glioblastoma, Apa Itu?Berikut ini beberapa alasan utama mengapa angka skrining kanker di Indonesia masih belum optimal. Simak penjelasannya./DEVI PATTRICIA Talkshow “Pendekatan Terpadu dalam Onkologi: Adaptasi Teknologi, Kolaborasi, Multidisiplin, dan Protokol Rujukan di Eka Hospital Group”, di Jakarta Pusat, Rabu .Salah satu hambatan terbesar dalam skrining kanker berasal dari faktor psikologis pasien. Banyak orang merasa takut jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kanker, karena membayangkan dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari.Dokter Spesialis Ginekologi Onkologi, Konsultan Onkologi, dr. Muhammad Yusuf, SpOG (K) Onk menjelaskan, ketakutan tersebut membuat sebagian orang memilih menghindari pemeriksaan sejak awal.“Skrining kanker itu ada beberapa hambatan, pertama dari aspek pasiennya. Banyak pasien merasa takut kalau ketahuan kankernya, mereka akan susah beraktivitas dengan normal,” jelas dr. Yusuf dalam Talkshow “Pendekatan Terpadu dalam Onkologi: Adaptasi Teknologi, Kolaborasi, Multidisiplin, dan Protokol Rujukan di Eka Hospital Group”, di Jakarta Pusat, Rabu .Padahal, ia menilai, ketakutan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta medis./DEVI PATTRICIA Talkshow “Pendekatan Terpadu dalam Onkologi: Adaptasi Teknologi, Kolaborasi, Multidisiplin, dan Protokol Rujukan di Eka Hospital Group”, di Jakarta Pusat, Rabu .Masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa kanker yang terdeteksi sejak dini memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih besar. Persepsi bahwa kanker selalu berujung pada kondisi berat dan tidak bisa disembuhkan membuat orang enggan melakukan skrining kanker.Dr. Yusuf menegaskan, deteksi dini justru memberikan harapan hidup yang lebih baik bagi pasien.“Padahal, faktanya adalah dengan mengetahui kondisi kanker sejak awal, beberapa kanker itu bisa disembuhkan, sehingga pasien punya harapan hidup lebih lama dan bisa beraktivitas seperti normal,” ujarnya.
(prf/ega)
6 Alasan Mengapa Skrining Kanker di Indonesia Masih Rendah
2026-01-12 05:51:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:12
| 2026-01-12 05:57
| 2026-01-12 05:55
| 2026-01-12 05:10
| 2026-01-12 04:43










































