Skema Pendaki Bawa Turun Sampah Dinilai Gagal di Gunung Everest

2026-02-02 05:14:58
Skema Pendaki Bawa Turun Sampah Dinilai Gagal di Gunung Everest
- Selama bertahun-tahun, Pemerintah Nepal menghadapi tantangan besar untuk mengurangi sampah di Gunung Everest.Skema pendaki yang diwajibkan membawa turun sampah setidaknya 8 kilogram (kg) yang telah berlaku selama 11 tahun bahkan dinilai gagal.Direktur di departemen pariwisata, Himal Gautam mengatakan, permasalahan sampah sebanyak 50 ton di puncak Everest tidak kunjung selesai.Skema denda deposit justru memberikan beban administratif untuk pendaki.Selama ini, pendaki Gunung Everest wajib membayar deposit sebesar 4.000 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 67 juta saat hendak mendaki ke pegunungan Himalaya.Uang deposit itu dapat diambil kembali jika pendaki membawa turun sampah sebanyak 8 kg.Harapannya, dengan begitu pendaki bisa ikut menyelesaikan masalah sampah di puncak tertinggi di dunia.Lantas, kenapa skema pendaki membawa turun sampah di Gunung Everest dinilai gagal?Baca juga: Bukan Everest, Puncak Gunung Chimborazo Jadi Titik Terjauh dari Pusat Bumi, Kenapa Bisa?Menurut para pejabat Kementerian Pariwisata dan Departemen Pendakian Gunung Everest, sebagian besar uang deposit telah dikembalikan selama bertahun-tahun. Ini artinya, sebagian besar pendaki membawa kembali sampah mereka.Namun, Kepala eksekutif Komite Pengendalian Polusi Sagarmatha, Tshering Sherpa, mengatakan, program tersebut dinilai gagal karena sampah yang dibawa kembali oleh para pendaki berasal dari kamp-kamp rendah, bukan dari kamp-kamp lebih tinggi, tempat di mana masalah sampah paling parah."Dari kamp-kamp yang lebih tinggi, orang-orang cenderung hanya membawa pulang tabung oksigen," kata Sherpa, dikutip dari BBC."Barang-barang lain seperti tenda, kaleng, dan kotak makanan serta minuman kemasan sebagian besar ditinggalkan di sana, itulah mengapa kita bisa melihat begitu banyak sampah menumpuk," imbuhnya.Menurut Sherpa, rata-rata seorang pendaki mampu membawa turun sampah sebanyak 12 kg dari tempat mereka menghabiskan waktu hingga enam pekan untuk aklimatisasi dan pendakian.Menurut pihak berwenang, rata-rata tersebut lebih sedikit dari sampah yang dihasilkan seorang pendaki.Oleh karena itu, Sherpa menyebut bahwa skema pendaki membawa turun sampahnya sebagai "aturan yang cacat".Baca juga: Update Badai Salju di Gunung Everest, 1 Orang Meninggal, Ratusan Orang Dievakuasi


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-02 05:12