Kesepakatan Maritim Rp 85,8 T RI–Inggris Perkuat Lapangan Kerja dan Keamanan Maritim

2026-01-11 22:21:50
Kesepakatan Maritim Rp 85,8 T RI–Inggris Perkuat Lapangan Kerja dan Keamanan Maritim
JAKARTA, — Indonesia dan Inggris menandatangani program kemitraan maritim senilai 4 miliar euro, setara 5,2 miliar dollar AS atau Rp 85,8 triliun, yang menitikberatkan pada pembangunan kapal domestik melalui transfer teknologi dan riset bersama. Kesepakatan ini menjadi tahap baru hubungan bilateral kedua negara sekaligus dorongan signifikan bagi industri pertahanan Indonesia.Program ini akan menciptakan 1.000 lapangan kerja di Inggris, khususnya di galangan kapal Babcock di Rosyth, Bristol, dan Devonport.Di Indonesia, kesepakatan ini diharapkan mendorong investasi besar di industri galangan kapal, menghidupkan kembali komunitas nelayan, meningkatkan keamanan maritim, serta memperkuat ketahanan pangan, salah satu prioritas Presiden Prabowo.Kemitraan ini melanjutkan hubungan maritim yang sudah terbentuk, termasuk kunjungan UK Carrier Strike Group dan HMS Spey ke Jakarta. Program juga meningkatkan interoperabilitas dan latihan gabungan kedua angkatan laut.Baca juga: OIKN Buka Suara usai Media Inggris Sebut IKN Terancam Jadi Kota HantuBabcock, perusahaan industri pertahanan Inggris yang memimpin program, menekankan kerja sama pendidikan dan riset dengan institusi Indonesia untuk pengembangan desain kapal digital, sistem maritim terintegrasi, dan rekayasa presisi.“Program Kemitraan Maritim antara Indonesia dan Inggris adalah investasi besar dan komitmen, dibangun di atas fondasi kuat antarnegara, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara," kata Babcock Chief Executive David Lockwood, dalam keterangan resmi dikutip dari www.gov.uk."Babcock bangga memimpin dukungan industri Inggris untuk program internasional ini, yang akan memperkuat program maritim dan angkatan laut Indonesia. Kami juga akan memberikan dampak ekonomi positif di Inggris, menciptakan lapangan kerja bernilai tinggi, sekaligus mendorong rantai pasok dan peluang bagi usaha kecil menengah,” lanjutnya.Baca juga: Mantan PM Inggris Rishi Sunak Jadi Penasihat Senior Goldman SachsProgram ini juga didukung Blue Planet Fund untuk memastikan kapal dibangun dan digunakan secara berkelanjutan, termasuk proyek konservasi laut, manajemen stok ikan, dan penguatan ketahanan pesisir berbasis masyarakat.Presiden Prabowo Subianto menekankan, melalui kemitraan bersejarah ini, kita akan mengembangkan dan membangun kapal kita secara domestik, didukung oleh keahlian, pengalaman, dan teknologi dari Inggris.“Program ini menandai fase baru dalam hubungan bilateral Indonesia–Inggris. Kolaborasi ini akan menggerakkan ekonomi kedua negara, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan yang paling penting, meningkatkan kemampuan industri galangan kapal dan pertahanan Indonesia," tegas Presiden.“Yang juga tak kalah penting, hal ini akan memberdayakan nelayan dan komunitas pesisir kita dengan membuka peluang ekonomi baru yang signifikan,” lanjut Presiden.Baca juga: Negosiasi AS dengan China dan Inggris Rampung, Airlangga: Mudahkan Langkah Negara LainPerdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan, Inggris dan Indonesia telah lama menjadi mitra maritim yang solid, sementara itu Program Kemitraan Maritim yang baru ini menandai kemajuan yang signifikan dalam hubungan kedua negara.“Selain memperkuat kolaborasi dalam menjaga laut yang aman, sehat dan terlindungi, program ini juga akan mendukung ribuan lapangan kerja di Inggris dan Indonesia," katanya.Starmer menambahkan, program ini akan mempercepat upaya Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan. "Ini adalah awal dari era baru kerja sama Inggris–Indonesia, mewujudkan pertumbuhan, keamanan, dan keberlanjutan bagi kedua negara,” pungkasnya.Kesepakatan ini menjadi bagian dari kemitraan strategis yang telah disepakati kedua pemimpin pada November tahun lalu.


(prf/ega)