PHNOM PENH, - Perang Thailand-Kamboja meluas ke lima provinsi di wilayah perbatasan kedua negara bertetangga itu pada Selasa .Menurut laporan kantor berita AFP, militer Thailand melepaskan tembakan ke arah Provinsi Banteay Meanchey pada Selasa dini hari. Dua warga sipil yang sedang melintas di Jalan Nasional 54 tewas setelah terkena tembakan.Sehari sebelumnya, empat warga sipil tewas dalam penembakan di Provinsi Preah Vihear dan Oddar Meanchey, menurut pernyataan Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra.Baca juga: Update Perang Thailand Vs Kamboja, 10 Orang Tewas, 140.000 Warga MengungsiSementara itu, militer Thailand melaporkan bahwa satu prajurit mereka tewas dan 18 lainnya luka-luka sejak konflik kembali pecah pada Minggu .Pemerintah Thailand menyebutkan bahwa sekitar 70 persen warga sipil di wilayah perbatasan telah dievakuasi.Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam proses evakuasi. Namun, pihak berwenang menyebut kematian itu disebabkan oleh kondisi medis yang sudah diderita sebelumnya.Total korban tewas dari pihak militer maupun sipil kedua negara kini mencapai 10 orang, sedangkan 140.000 warga mengungsi dari daerah rawan.AFP/TANG CHHIN SOTHY Sebuah roket tampak melayang di langit dalam perang Thailand-Kamboja yang berkecamuk di Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, Rabu .Pada Senin , Thailand meluncurkan serangan udara dan mengerahkan kendaraan tempur lapis baja ke wilayah perbatasan.Mengutip The Independent, Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) menyatakan bahwa serangan itu diarahkan ke sejumlah target strategis, termasuk gudang senjata, pusat komando, serta jalur logistik yang dianggap sebagai ancaman langsung.“Pihak Kamboja memobilisasi persenjataan berat, memindahkan unit-unit tempur, dan mempersiapkan elemen-elemen pendukung tembakan,” ujar RTAF.“Kegiatan-kegiatan tersebut dapat meningkatkan skala operasi militer dan mengancam wilayah perbatasan Thailand,” tambah pernyataan itu.Baca juga: Rebut Wilayah dari Kamboja, Thailand Kerahkan Angkatan Laut Ketegangan yang kembali memanas ini berakar pada sengketa perbatasan selama lebih dari satu abad, sejak masa penjajahan Perancis.Kedua negara masih saling mengeklaim sejumlah situs bersejarah, termasuk candi-candi yang terletak di perbatasan.Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan, negaranya tidak menginginkan kekerasan.Namun, ia menekankan bahwa militer Thailand siap mengambil tindakan yang diperlukan demi menjaga keamanan dan kedaulatan nasional.Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja membantah keras tuduhan bahwa mereka memulai bentrokan.“Dengan menjunjung tinggi semangat menghormati semua perjanjian sebelumnya dan menyelesaikan konflik secara damai sesuai hukum internasional, Kamboja sama sekali tidak melakukan pembalasan atas dua serangan tersebut,” demikian pernyataan resmi kementerian.Baca juga: Candi Era Sriwijaya Jadi Pemicu Perang Thailand-Kamboja, Begini SejarahnyaSumber: Kompas.com (Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh)
(prf/ega)
Perang Thailand-Kamboja Meluas ke 5 Provinsi, Warga Sipil Jadi Korban
2026-01-12 05:30:19
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:04
| 2026-01-12 04:47
| 2026-01-12 04:27
| 2026-01-12 04:25
| 2026-01-12 04:16










































