Pramono Tutup Pelatihan Dasar CPNS 2025, Ingatkan Jaga Integritas

2026-02-05 06:24:53
Pramono Tutup Pelatihan Dasar CPNS 2025, Ingatkan Jaga Integritas
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menutup acara pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Jakarta Tahun 2025. Dalam kesempatan itu, dia mengingatkan agar para CPNS bekerja dengan integritas.Penutupan Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2025 digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Selasa (30/12/2025). Dia menaruh harapan besar kepada para CPNS untuk dapat memajukan Ibu Kota."Saya sungguh memberikan harapan, menaruh harapan, bahwa CPNS DKI Jakarta yang telah pelatihan dasar bersama dengan lembaga LAN mudah-mudahan menjadi CPNS yang bisa memberikan pengabdian terbaik bagi pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono di lokasi.Pramono menuturkan integritas dalam bekerja merupakan kunci utama bagi ASN di Jakarta. Sebab dia mengatakan, tuntutan ASN di Jakarta cukup tinggi."Dalam kesempatan ini tadi saya ketika memberikan pembekalan, saya juga menyampaikan bahwa persoalan integritas itu menjadi kata kunci yang utama. Kalau seseorang sudah memilih untuk menjadi ASN, terutama untuk ASN di DKI Jakarta, karena memang tuntutannya cukup tinggi," ujarnya.Pramono menyampaikan tidak akan segan memberhentikan ASN bila ketahuan melakukan korupsi."Tentunya kalau ada ASN yang melakukan tindak pidana seperti itu korupsi dan sebagainya saya tidak segan-segan untuk memberhentikan. Dan kami akan lakukan untuk itu," imbuhnya.Simak juga Video 'Arahan Abdul Kadir-Raffi Ahmad ke CPNS KP2MI':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-05 05:55