Curhatan Pemakai Honda HR-V 2016 Transmisi Manual

2026-02-02 21:42:28
Curhatan Pemakai Honda HR-V 2016 Transmisi Manual
JAKARTA, – Reno (34), warga Cipayung, Jakarta Timur, sudah menggunakan Honda HR-V tipe S manual produksi 2016 dengan total odometer sekitar 80.000 km.Menurut Reno, HR-V tipe S manual merupakan satu-satunya varian yang masih menggunakan transmisi manual pada generasinya, sementara tipe di atasnya seperti E dan RS seluruhnya memakai transmisi otomatis.Meski termasuk varian paling basic, ia menilai karakter mobil ini tetap terasa sebagai kendaraan yang punya kesan mewah meski sederhana.Baca juga: Laporkan Tempat Parkir yang Pasang Tulisan ‘Barang Hilang Bukan Tanggung Jawab Pengelola’ISTIMEWA Honda HR-V.Dari sisi penggunaan harian, Reno menyebut konsumsi bahan bakar HR-V S manual masih tergolong irit untuk mobil dengan mesin 1.500 cc.Dalam pemakaiannya di dalam kota, konsumsi BBM berada di kisaran 12–15 km per liter. Selain itu, beban kepemilikan juga masih relatif rasional karena pajak kendaraan bermotor di wilayah Tangerang berada di angka sekitar Rp 3,2 jutaan per tahun.Di luar biaya pajak, Reno juga sudah beberapa kali menjalani servis rutin dan perawatan berkala. Untuk servis ringan seperti ganti oli, filter, pengecekan rem, dan general check-up di bengkel umum, biayanya berkisar di angka Rp 400.000–Rp 500.000 per kunjungan.Baca juga: Kehilangan di Tempat Parkir Tanggung Jawab PengelolaDok. Reno Ramadiandra Reno Ramadiandra, pemilik Honda HR-V tipe S M/T tahun 2016Sementara untuk pekerjaan yang lebih besar, seperti perbaikan kaki-kaki atau penggantian komponen suspensi, total biaya bisa mencapai sekitar Rp 3 jutaan tergantung kondisi dan parts yang perlu diganti.Menurutnya, selama mengikuti jadwal servis dan memakai oli yang sesuai rekomendasi, biaya perawatan HR-V S manual masih tergolong masuk akal.Selain efisiensi, ia juga menilai HR-V menawarkan kepraktisan kabin yang baik. Bagasi dinilai lapang dan masih mampu menampung barang berukuran besar seperti sepeda tanpa perlu melipat jok belakang.Baca juga: Motor Listrik Honda WN7 Resmi MengaspalDok. Aldi Ahmad Ghozali Ilustrasi Honda HR-V Tahun 2016“Bagasi luas walaupun cuma dua baris. Dan bisa muat sepeda, kayak sepeda lipat bisa muat tiga di bagasi, tanpa harus melipat jok baris kedua,” ujar Reno, kepada Kompas.com .Reno juga menilai karakter berkendara HR-V S manual cukup nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Kopling terasa ringan dan perpindahan gigi halus sehingga tidak cepat membuat pengemudi lelah saat menghadapi kemacetan.Menurutnya, dengan transmisi manual, pengendara seperti menyatu dengan mobilnya. Alhasil pengemudi bisa lebih fokus, dan mengurangi rasa kantukBaca juga: Lorenzo Ungkap Taktik Rahasia Kalahkan Rossi di MotoGP 2015Dok. Reno Ramadiandra Reno Ramadiandra, pemilik Honda HR-V tipe S M/T tahun 2016Ia juga mengatakan, selama kepemilikan mobil, transmisi manual HR-V 2016 terbilang bandel dan juga minim perawatan.Di sisi lain, ia tetap mengakui bahwa ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan oleh calon pengguna HR-V Tipe S M/T tahun 2016. Salah satunya berada pada sektor kaki-kaki yang menurut pengalamannya cenderung sensitif.“Kaki-kaki kalau sudah kena harus ganti semua komponen biar enak lagi,” ucap Reno.Baca juga: Catat Jadwal One Way Puncak di Libur Natal dan Tahun BaruDok. Aldi Ahmad Ghozali Ilustrasi Honda HR-V 2016


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-02-02 21:07