Sosok Lulut, Dosen UM yang Juga Atlet Gulat SEA Games 2025

2026-01-11 22:14:50
Sosok Lulut, Dosen UM yang Juga Atlet Gulat SEA Games 2025
- Aktif menjadi dosen dan atlet dilakoni dengan tekun oleh Lulut Gilang Saputra, dosen Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM).Lulut kini membawa nama Indonesia dipundaknya. Ia siap berlaga di ajang internasional SEA Games 2025.Menjadi dosen sekaligus atlet nasional bukanlah perjalanan yang mudah. Namun, bagi Lulut, dua peran itu justru menjadi ruang kontribusi ganda.Selama 16 tahun berkarier di dunia gulat nasional, namanya telah melewati berbagai gelanggang besar, termasuk SEA Games 2023 di Kamboja.Tahun 2024, ia kembali memperkuat tim nasional setelah meraih medali emas pada PON Aceh–Sumut 2024, memimpin atlet kuat dari Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Sumatera Utara.Baca juga: Australia Buka Beasiswa Studi Singkat Pengelolaan Sampah, Cek SyaratnyaDi tengah padatnya jadwal akademik, Lulut mengakui manajemen bahwa waktu menjadi tantangan terbesar.“Latihan pagi dan sore harus tetap jalan, sementara tugas mengajar, penelitian, dan pengabdian juga tidak boleh tertinggal,” ujarnya dilansir dari laman UM, Minggu .Ia menambahkan bahwa dukungan pengajar fakultas serta strategi perkuliahan berbasis tim membuat proses pembelajaran tetap lancar meskipun dirinya harus mengikuti pemusatan latihan nasional.DOK. UM Universitas Negeri Malang (UM).Sebelum berangkat ke pelatnas, Lulut memastikan seluruh kegiatan lapangan untuk penelitian dan pengabdian telah tuntas.Proses analisis data dan penulisan laporan ia kerjakan bersama rekan dosen dan mahasiswa yang menjadi mitra penelitiannya.Sinergi itu, menurutnya, menjadi energi positif yang memperkuat fokus dan konsistensinya.Baca juga: Kerjasama Indonesia-SEAMEO, Buat Pembelajaran Matematika Lebih “Joyful”Saat ini, Lulut berada di Jakarta untuk menjalani persiapan akhir. Ia dijadwalkan berangkat ke Thailand pada 15 Desember dan bertanding dua hari kemudian.Meski jadwal latihan semakin padat, rasa syukur dan tekad kuat tetap ia jaga.“Kesempatan ini akan saya perjuangkan semaksimal mungkin. Semoga diberi kesehatan, kekuatan, dan kemudahan, serta bisa menyumbangkan medali emas kedua untuk Indonesia dan mengharumkan nama Universitas Negeri Malang,” tuturnya.


(prf/ega)