Kementerian Pertahanan China kemudian mengonfirmasi, pesawat-pesawat militer mereka bersama Rusia sedang menggelar latihan gabungan sesuai agenda kerja sama tahunan.Latihan tersebut berlangsung pada Selasa, mencakup wilayah udara di atas Laut China Timur hingga Samudra Pasifik bagian barat.China menyebut kegiatan ini sebagai patroli udara strategis gabungan ke-10.Baca juga: Pesawat Antonov Milik Militer Rusia Jatuh, Seluruh Awak TewasSementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, latihan itu berlangsung delapan jam dan melibatkan pengawalan beberapa jet tempur asing.“Dalam beberapa tahap rute patroli, pesawat pengebom strategis kami diikuti jet tempur dari negara lain,” demikian pernyataan Rusia, dikutip dari kantor berita AFP.Sejak 2019, China dan Rusia kerap menerbangkan pesawat militer mereka ke zona pertahanan udara Korea Selatan tanpa pemberitahuan, dengan alasan latihan bersama.Insiden serupa juga terjadi pada November 2024, ketika lima pesawat China dan enam pesawat Rusia memasuki KADIZ, memaksa Seoul mengerahkan armada udara.Kejadian serupa juga tercatat pada Juni dan Desember 2023, serta Mei dan November 2022.Adapun China-Rusia terus memperkuat hubungan militer mereka sejak Moskwa melancarkan invasi ke Ukraina hampir empat tahun lalu.Kedua negara juga merupakan sekutu lama Korea Utara, yang selama ini menjadi lawan strategis Korea Selatan.Baca juga: Perang Korea 1950: Bagaimana Akhirnya dan Kenapa Korsel-Korut Tidak Bersatu
2026-01-11 14:46:53
(prf/ega)
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 14:26
| 2026-01-11 13:51
| 2026-01-11 13:19
| 2026-01-11 13:14










































