Cerita Ririn, Guru SLBN Sumbawa Raih Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Media Pembelajaran

2026-01-12 05:27:59
Cerita Ririn, Guru SLBN Sumbawa Raih Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Media Pembelajaran
SUMBAWA, - Ririn Yuliana (28) guru PPPK kelas awal di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Sumbawa, NTB, merancang media pembelajaran yang inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus.“Saya percaya bahwa semua anak dengan kebutuhan khusus berhak mendapatkan pendidikan berkualitas yang inklusif. Guru sebagai fasilitator harus menemukan beragam solusi itu,” kata Ririn, Selasa .Melalui inovasi media pembelajaran papan eatlis, Ririn meraih juara 1 Lomba Anugerah Guru Prima (AGP) Tingkat Nasional Kategori SD tahun 2025.Lomba yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ini menjadi kado terbaik bagi Ririn pada Hari Guru Nasional 2025 yang dirayakan tiap 25 November.Baca juga: Profesor Ini Menangis Saat Bacakan Permohonan Uji Materi UU Guru dan Dosen di MKRirin percaya media pembelajaran papan edukasi asa keterampilan menulis (Papan Eatlis) dapat menjembatani siswa dengan difabel grahita dan down syndrome serta hiperaktif menulis huruf dan angka belajar sambil bermain.“Papan eatlis adalah sebuah papan media edukasi yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa kebutuhan khusus. Hajatnya dimainkan sambil belajar. Berfungsi juga sebagai jembatan komunikasi dengan siswa,” ungkap Ririn.Setelah menerapkan inovasi media ini sambungnya, terbukti efektif dalam pembelajaran bermakna yang menyenangkan bagi siswa dengan beragam kebutuhan khusus, seperti difabel grahita, down syndrome, dan hiperaktif di kelas satu SDN-LB Sumbawa.Baca juga: Cerita Guru SLB di Mataram, Menebar Ilmu Lewat Bahasa Isyarat"Media ini membantu siswa berkebutuhan khusus kelas satu dalam tahapan pra menulis khususnya melatih motorik halus, fokus mata, dan gerakan tangan," cerita Ririn.Disebutkan, papan eatlis berbentuk papan yang dilengkapi lampu LED menyerupai rasi bintang.Ia menjelaskan, dengan media ini anak-anak dapat menghubungkan titik-titik seperti menggambar rasi bintang, belajar mengikuti bentuk pola, menjepit, menyambungkan tali, yang semuanya melatih keterampilan pra menulis motorik halus dalam satu media.Ririn mengungkapkan bahwa siswa difabel grahita menghadapi tantangan dalam pembelajaran menulis seperti cepat bosan, sulit fokus, kertas biasa atau buku basah karena air liur dan tantangan lainnya.Dengan media papan eatlis sambung Ririn dapat memberikan stimulasi visual yang membantu siswa difabel grahita dan down syndrome serta hiperaktif belajar menulis dan mengenal huruf."Kebetulan murid-murid saya memiliki hambatan dalam menulis. Jadi, saya membuat media ini untuk membantu mereka," sebut Ririn.Awalnya, Ririn tidak berniat mengikuti lomba tingkat nasional ini.Namun, dukungan dari kepala sekolah memotivasinya untuk terus maju.


(prf/ega)

Berita Lainnya