Polisi Tangkap 3 Pembunuh Pria yang Terlilit Kawat di Bogor!

2026-01-16 18:38:47
Polisi Tangkap 3 Pembunuh Pria yang Terlilit Kawat di Bogor!
Pria berinisial AN (25), yang ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi leher terlilit kawat di Kampung Panjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor, diduga korban penganiayaan. Polisi berhasil menangkap ketiga pelaku."Tiga pelaku aniaya sudah diamankan," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi kepada wartawan, Selasa .Terpisah, Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah mengatakan ketiga pelaku ditangkap kurang dari 24 jam. Pelaku kini diamankan di Polsek Bojonggede."Iya betul, belum 24 jam sudah berhasil diamankan," jelasnya.Korban ditemukan pada Senin , pukul 03.00 WIB, di Kampung Panjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Awalnya saksi 1, yang merupakan tetangga korban, pada Minggu , pukul 23.00 WIB, melihat ada dua unit motor terparkir di depan rumah korban."Iya (korban) sudah tidak bernyawa, terlihat ada lilitan di leher korban," ujar Made."Sekitar pukul 23.30 WIB, saksi mendengar keributan dari dalam rumah korban," jelasnya.Saksi mendengar suara minta tolong. Beberapa jam kemudian, suara keributan itu sudah tak terdengar lagi."(Saksi) sempat mendengar suara minta tolong 'ampun, Bang'. Hari Senin, tanggal 3 November 2025, sekitar pukul 00.30 WIB sudah tidak terdengar lagi suara berantem dan warga sudah banyak datang ke lokasi," jelasnya.Made mengatakan saksi 2, yang merupakan adik korban, bersama rekannya datang ke rumah korban. Adik korban kemudian mendobrak pintu rumah."(Saksi) melihat darah berceceran. Dan (korban) sudah tergeletak di kamar belakang dekat dapur. Lalu saksi mengecek nadi leher korban dan sudah tidak ada denyut," jelasnya.Tonton juga Video: Polisi Tangkap Pembunuh Mayat Dalam Karung di Tangerang[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-16 17:27