Balikkan Rugi, Emiten Emas ARCI Cetak Laba Bersih 71 Juta Dollar AS

2026-01-12 13:00:26
Balikkan Rugi, Emiten Emas ARCI Cetak Laba Bersih 71 Juta Dollar AS
JAKARTA, - Emiten tambang emas nasional, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), membukukan laba bersih sebesar 71 juta dollar Amerika Serikat (AS) di kuartal III-2025, berbalik dari rugi 4 juta dollar AS di periode yang sama tahun lalu.Investor Relation ARCI, Fredric, mengatakan peningkatan produksi dan penjualan emas dari tambang utama di Sulawesi Utara menjadi motor utama pertumbuhan kinerja emiten.Hingga akhir kuartal III-2025, ARCI mencatatkan produksi emas sebesar 90.000 ons (koz), meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 73 koz.Baca juga: Telkom Bukukan Laba Bersih Rp 15,78 Triliun di Kuartal III-2025“Kinerja positif ini mencerminkan stabilitas operasional di tambang utama Sulawesi Utara serta keberhasilan implementasi program efisiensi dan optimalisasi fasilitas pengolahan,” ujar Fredric lewat keterangan pers, Senin .Momentum tersebut juga diperkuat oleh tren kenaikan harga emas dunia sepanjang tahun, yang berada pada level menguntungkan dan memberikan dorongan positif terhadap pendapatan serta margin usaha perusahaan.“Pencapaian di tahun 2025 ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim selama tiga tahun terakhir dalam melakukan perbaikan berkelanjutan. Ini menjadi bukti komitmen perusahaan untuk terus tumbuh, meningkatkan produksi, serta mengembangkan potensi baru. Salah satunya melalui program underground mining yang sedang kami kembangkan tahun ini,” paparnya.Tak berhenti di sektor emas, ARCI kini melangkah lebih jauh dengan berpartisipasi dalam pengembangan energi panas bumi (geothermal) melalui PT Toka Tindung Geothermal (TTG), perusahaan patungan antara PT Archi Indonesia Tbk dan Ormat Geothermal Indonesia.Proyek tersebut telah mengantongi Izin Panas Bumi dan ditetapkan pemerintah sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), menandai langkah penting ARCI dalam diversifikasi portofolio energi hijau.Saat ini, TTG menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan kapasitas terpasang sebesar 40 Megawatt (MW) di wilayah Toka Tindung, Sulawesi Utara.Dalam tahap pengembangannya, proyek ini turut didukung oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melalui program Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM) yang bekerja sama dengan World Bank.ARCI mengapresiasi langkah kolaboratif antara Ormat dan SMI dalam mendorong pembiayaan berbasis mitigasi risiko tersebut.Sinergi ini menjadi katalis penting bagi percepatan kegiatan eksplorasi dan penguatan infrastruktur energi bersih di wilayah Toka Tindung, sekaligus mencerminkan semangat bersama untuk mempercepat transisi energi di Indonesia.“Sebagaimana kami sampaikan dalam Public Expose, manajemen berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan produksi sebesar 25 persen, meningkatkan gold grade dan gold recovery, serta mengembangkan proyek underground dan fokus pada eksplorasi,” katanya.“Kami optimistis seluruh target tersebut dapat terealisasi hingga akhir tahun 2025. Terlebih, per Oktober 2025, volume produksi kami telah melampaui 100 koz, atau lebih tinggi dibandingkan total produksi sepanjang tahun 2024,” tambah Fredric.Baca juga: Emiten Prajogo TPIA Catat Laba Rp 21,46 Triliun, Balik Arah dari Rugi Tahun Lalu


(prf/ega)