7 Perbedaan Reksadana dan Saham, Serta Untung Ruginya

2026-01-14 22:15:20
7 Perbedaan Reksadana dan Saham, Serta Untung Ruginya
– Investasi kini semakin mudah diakses masyarakat, terutama dengan hadirnya berbagai platform digital yang memungkinkan siapa pun membeli produk investasi hanya lewat ponsel.Dua instrumen yang paling populer di Indonesia adalah reksadana dan saham. Keduanya sama-sama menjadi pilihan untuk mengembangkan kekayaan, tetapi memiliki karakteristik, risiko, dan cara kerja yang berbeda.Setiap investor bisa memilih salah satu di antaranya. Karena semuanya bergantung pada profil dan tujuan masing-masing investor.Jika Anda investor pemula dan tidak ingin repot memantau pasar setiap hari, reksadana bisa menjadi pilihan ideal.Namun jika Anda berpengalaman, siap menghadapi fluktuasi, dan memiliki waktu untuk menganalisis pasar, investasi saham bisa memberikan hasil yang lebih optimal dalam jangka panjang.Baca juga: BCA dan BNP Paribas Rilis Reksadana Syariah Dollar ASMengacu kepada Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) didefinisikan bahwa reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.Sementara mengutip laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), reksadana salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.Reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas.Selain itu reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.Ada tiga hal yang terkait dari definisi tersebut yaitu, Pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.Dengan demikian, dana yang ada dalam reksadana adalah dana bersama para pemodal, sedangkan manajer investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut.Baca juga: Yayasan NUO Gandeng STAR AM untuk Kelola Reksadana Syariah Reksadana memiliki beberapa jenis yang disesuaikan dengan profil risiko investor, antara lain:Dengan beragam jenis ini, reksadana memungkinkan investor menyesuaikan pilihan sesuai tujuan keuangan dan toleransi terhadap risiko.Berbeda dengan reksadana, saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Jika seseorang membeli saham, maka ia menjadi bagian dari pemilik perusahaan tersebut dan berhak atas keuntungan berupa dividen serta potensi kenaikan harga saham (capital gain).Investasi saham dilakukan secara langsung di BEI melalui perusahaan sekuritas. Investor harus aktif memilih saham yang ingin dibeli, memantau pergerakan harga, dan mengambil keputusan jual-beli berdasarkan analisis sendiri.Potensi keuntungan saham bisa sangat besar, tetapi demikian pula dengan risikonya. Harga saham dapat naik dan turun secara tajam dalam waktu singkat, dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, hingga sentimen pasar.Berikut ini setidaknya 7 perbedaan reksadana dan saham:Baca juga: Mengenal Reksadana: Instrumen Investasi Pasar Modal yang Cocok untuk PemulaBaik reksadana maupun saham sama-sama menjadi instrumen investasi yang menarik dengan karakteristiknya masing-masing.Risiko utama reksadana adalah berasal dari fluktuasi nilai aset yang dikelola manajer investasi. Namun, karena dikelola profesional dan portofolionya beragam, risikonya bisa lebih terukur.Sementara saham memiliki risiko lebih tinggi karena pergerakan harga saham bisa sangat cepat. Namun, bagi investor berpengalaman, peluang keuntungan jangka panjang bisa lebih besar.Baca juga: Efek Pemangkasan BI Rate: Peluang Cuan di Pasar Reksadana


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-14 20:38