Guru di OKU Tewas Dibunuh, Pelaku Terjebak di Kamar Kos Korban Sebelum Lakukan Penyekapan

2026-01-12 10:40:58
Guru di OKU Tewas Dibunuh, Pelaku Terjebak di Kamar Kos Korban Sebelum Lakukan Penyekapan
OKU, – Riko Irawan (29), pelaku pembunuhan terhadap guru PPPK Sayidatul Fitriyah (27), mengaku nekat menyekap korban karena terjebak di dalam kamar kos di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.Kapolres OKU, AKBP Endro Ariwibowo, menjelaskan peristiwa bermula saat Riko mengaku sempat cekcok dengan istrinya pada Selasa malam, sekitar pukul 22.00 WIB.Merasa tidak betah di rumah mertuanya, ia keluar dan memilih tidur di salah satu kamar kos kosong berjarak sekitar 400 meter dari rumah tersebut.“Pelaku pernah bekerja sebagai penjaga kos sehingga mengetahui kondisi bangunan,” kata Endro dalam konferensi pers, Jumat .Keesokan paginya, penjaga kos memeriksa seluruh kamar. Riko kemudian menghindar dengan naik ke plafon dan berpindah melalui lubang plafon ke kamar korban. Saat itu Sayidatul sudah berangkat mengajar.Baca juga: Pembunuh Guru PPPK di OKU Ditangkap, Ternyata Mantan Penjaga Kos Korban“Pelaku mengaku ingin keluar dari kamar tersebut, namun tidak bisa karena kondisi sekitar sudah ramai. Ia pun tetap bersembunyi di dalam kamar korban,” jelas Kapolres.Pada pukul 13.00 WIB, korban pulang dari sekolah. Begitu membuka pintu, ia melihat keberadaan pelaku di bagian belakang kamar.“Korban spontan berteriak maling, sehingga pelaku membungkam mulut korban dan mendorongnya ke kasur,” ujarnya.Korban sempat melawan hingga pelaku mengalami luka cakaran di leher. Riko kemudian mengikat tangan, kaki, dan mulut korban menggunakan jilbab. Setelah itu, ia meninggalkan kamar kos dan meninggalkan korban dalam kondisi mulut terikat.“Korban ditinggalkan dalam kondisi mulut disekap sekitar pukul 15.00 WIB. Ada rentang waktu dua jam dari kejadian. Dua jam itu bukan waktu yang sebentar, bayangkan satu menit saja sudah kesulitan napas. Tapi kami masih mendalami keterangan pelaku ini karena selalu berubah-ubah,” jelas Endro.Hasil pemeriksaan urine menunjukkan pelaku positif menggunakan sabu dan ganja.“Pengakuannya dikonsumsi empat hari sebelum kejadian,” ungkapnya.Diberitakan sebelumnya, misteri kematian guru PPPK di Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten OKU, terungkap setelah polisi menangkap Riko Irawan, penyadap karet yang tinggal tidak jauh dari rumah kos korban.


(prf/ega)