- Perdagangan seafood global telah menyebarkan paparan per- dan polyfluoroalkyl (PFAS), yang sering disebut "bahan kimia abadi", jauh melampau lokasi asal pencemaran.Sebab, ikan yang diperdagangkan membawa bahan kimia tersebut dari perairan yang tercemar ke konsumen di seluruh dunia. Baca juga:"Per- dan polyfluoroalkyl substances (PFAS) adalah kelompok lebih dari 4.700 senyawa kimia sintetis," kata peneliti di Food Safety and Environment Research Group dari Desertification Research Centre di Valencia, Spanyol, Dr. Julian Campo, dilansir dari Independent.co.uk, Senin .Studi tersebut mengamati kandungan PFA pada lebih dari 200 spesies ikan laut. Kemudian, studi tersebut menemukan, perdagangan internasional telah mengalihkan paparan bahan kimia tersebut dari wilayah yang sangat tercemar ke negara-negara yang memiliki tingkat polusi lebih rendah.Eropa, secara khusus, muncul sebagai pusat utama dalam aliran paparan ini, meskipun wilayah tersebut tidak memiliki stok ikan yang paling tercemar.FREEPIK/DASHU83 Penelitian mengungkap ikan hasil perdagangan global mengandung bahan kimia abadi (PFAS) yang berbahaya bagi kesehatan manusia.PFAS adalah kelompok besar zat kimia sintetis yang digunakan dalam berbagai produk, mulai dari peralatan masak anti lengket hingga busa pemadam api.Zat ini dikenal karena persistensinya yang ekstrem di lingkungan dan tubuh manusia sehingga dilabeli "bahan kimia abadi"."PFAS sangat beracun dan menimbulkan potensi bahaya yang jelas bagi kesehatan manusia karena dapat bertindak sebagai pengganggu endokrin, selain menyebabkan kerusakan hati, penyakit tiroid, obesitas, serta dikaitkan dengan masalah kesuburan dan kanker," tutur Campo.Dalam studi ini, peneliti menggabungkan data perikanan global, model jaring makanan laut, dan pengukuran PFAS dari lebih dari 3.000 lokasi pengambilan sampel air laut.Tujuannya adalah memprediksi konsentrasi pada 212 spesies ikan laut yang dapat dikonsumsi.Mereka kemudian memvalidasi prediksi tersebut menggunakan pengukuran nyata dari 150 sampel ikan yang dikumpulkan di 14 negara.Ikan dari beberapa wilayah di Asia dan Oseania, termasuk Arab Saudi, Thailand, dan pantai timur Australia, menunjukkan konsentrasi PFAS tertinggi relatif terhadap rata-rata global, sedangkan ikan dari Afrika dan Amerika Utara memiliki konsentrasi terendah.Spesies yang berada di puncak rantai makanan secara konsisten mengandung lebih banyak PFAS. Ikan air tawar ditemukan mengandung kadar yang jauh lebih tinggi dibanding ikan laut.Baca juga:
(prf/ega)
Perdagangan Ikan Global Berpotensi Sebarkan Bahan Kimia Berbahaya, Apa Itu?
2026-01-12 05:00:48
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:33
| 2026-01-12 05:17
| 2026-01-12 04:33
| 2026-01-12 04:03
| 2026-01-12 04:02










































