Bantargebang Diprediksi Bertahan 6 Tahun Lagi, BRIN Usulkan Enam Strategi

2026-01-12 03:48:53
Bantargebang Diprediksi Bertahan 6 Tahun Lagi, BRIN Usulkan Enam Strategi
JAKARTA, — Gunung sampah yang kian menjulang di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, menjadi penanda serius krisis pengelolaan sampah Jakarta.Di tengah keterbatasan lahan yang semakin nyata, TPST Bantargebang setiap hari masih menerima sekitar 7.000 ton sampah dari lima wilayah Jakarta—sebagian besar tanpa melalui proses pemilahan dan pengolahan di hulu.Kondisi ini membuat beban Bantargebang terus meningkat dan berpotensi melampaui daya tampungnya. Para pakar memperingatkan, tanpa perubahan signifikan dalam sistem pengelolaan sampah, usia TPST Bantargebang hanya tinggal hitungan tahun.Baca juga: Pramono Optimistis Pembangunan 2 PLTSa Bisa Kurangi Beban Sampah di BantargebangPakar Lingkungan dari Universitas Indonesia (UI), Mahawan Karuniasa, memperkirakan usia operasional TPST Bantargebang tersisa sekitar enam tahun ke depan. Perhitungan itu didasarkan pada volume sampah harian Jakarta yang mencapai 7.000 ton atau sekitar 2,5 juta ton per tahun.“Sejauh ini sudah ada sekitar 55 juta ton sampah di Bantargebang, sedangkan kapasitas totalnya sekitar 70 juta ton. Artinya, sisa kapasitasnya tinggal 15 juta ton,” ujar Mahawan ketika dihubungi Kompas.com, Jumat .“Kalau 15 juta dibagi 2,5 juta yang per tahunnya, maka ya kurang lebih enam tahun ke depan,” lanjutnya.Mahawan menilai, usia TPST Bantargebang masih bisa diperpanjang hingga sekitar 10 tahun apabila dilakukan peningkatan kapasitas melalui pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya. Tanpa upaya tersebut, penumpukan sampah berisiko memicu bencana lingkungan.Baca juga: Pemprov DKI Segera Bangun 2 PLTSa di Bantargebang untuk Kurangi Tumpukan SampahPandangan serupa disampaikan Koordinator Kelompok Riset Teknologi Pengelolaan Sampah dan Limbah Padat Industri di Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sri Wahyono.Ia menyebutkan, daya tampung Bantargebang sangat bergantung pada keberhasilan pengurangan sampah sebelum masuk landfill.“Namun kapasitas tersebut sangat bergantung pada keberhasilan upaya pengurangan sampah yang dilakukan sebelum dibuang ke landfill,” ujar Sri.Tanpa adanya upaya pengurangan sampah sebelum masuk ke landfill maka risiko tumpukan akan terus terjadi hingga batas kapasitas maksimal dan memperpendek usia Bantargebang.Sebab, jika sudah mencapai batas maksimal, namun TPST Bantargebang tetap dipaksakan untuk menampung sampah maka potensi seperti bencana longsor dan lainnya sangat besar terjadi.Baca juga: Hidup di Sekitar TPST Bantargebang, Warga Terbiasa tapi Risiko Kesehatan MengintaiUntuk menekan risiko tersebut, Sri memaparkan enam strategi utama yang perlu dijalankan pemerintah bersama masyarakat. Pertama, pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.“Syarat pertama agar Bantargebang tetap mampu menampung sampah adalah pemilahan sampah di tingkat rumah tangga yang dilakukan secara masif dan konsisten,” kata Sri.Menurut dia, pemilahan organik, bernilai guna, dan residu dinilai dapat mempermudah proses pengolahan selanjutnya dan secara tidak langsung menurunkan volume sampah yang harus dibawa ke Bantargebang.


(prf/ega)