Merger GOTO dan Grab, Urun Tangan Pemerintah dan Potensi Monopoli

2026-01-12 06:13:52
Merger GOTO dan Grab, Urun Tangan Pemerintah dan Potensi Monopoli
JAKARTA, - Isu penggabungan perusahaan atau merger antara aplikasi super PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab Holdings Lbd atau Grab kembali mencuat. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara mengenai kabar penggabungan dua raksasa teknologi yakni Grab dan GoTo (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk). Prasetyo membenarkan adanya rencana merger Grab dan GoTo, yang kini menjadi pembahasan pemerintah.Baca juga: Investor Asing Akumulasi Saham GOTO, Isu Merger dengan Grab Makin KencangPEXELS/MIKHAIL NILOV Ilustrasi merger dan akuisisi, kesepakatan bisnis. "Salah satunya," kata dia saat ditanya kebenaran isu penggabungan Grab dan GoTo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat .Dalam proses penggabungan tersebut, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) direncanakan akan terlibat. Prasetyo bilang, bentuk konkret dari penggabungan itu, apakah dalam skema merger atau akuisisi, masih dalam tahap pembahasan. Ia hanya memastikan bahwa keduanya akan digabung.Menanggapi hal tersebut, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyatakan akan mengikuti arahan pemerintah terkait rencana penggabungan antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab.Baca juga: Petinggi Danantara Buka Suara soal Wacana Merger GoTo-Grab “Kalau soal itu (penggabungan GoTo dan Grab) kita serahkan ke perusahaan masing-masing. Pemerintah juga sudah memberikan masukan, kita pasti ikuti,” kata dia udai pembukaan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 di Jakarta, Selasa . Pandu menegaskan Danantara akan mendengarkan arahan pemerintah sekaligus memantau proses bisnis antarperusahaan tersebut.Ia menyebut hal terpenting dari potensi konsolidasi itu adalah menjaga hubungan business-to-business (B2B) yang sehat.


(prf/ega)