“Gen Z Malas Baca?” Mitos–Fakta yang Terungkap dari Perpustakaan di Jakarta

2026-02-03 01:06:49
“Gen Z Malas Baca?” Mitos–Fakta yang Terungkap dari Perpustakaan di Jakarta
JAKARTA, - Seberapa sering kalian dengar atau baca statement terkait “Gen Z malas baca”? Agaknya kontradiktif ya dengan tren library hopping yang justru sedang marak di kalangan Gen Z.Library Hopping sendiri merujuk pada kegiatan mengunjungi beberapa perpustakaan yang sedang hits di sosial media, seperti TikTok dan Instagram.Jadi sebenarnya, Gen Z itu malas baca atau ini semua dikarenakan aksesibilitas dan layanan perpustakaan?Baca juga: Pengalaman Manis Mengunjungi Perpustakaan Freedom InstitutePernyataan ini tampaknya salah besar.Ujang Saripudin, staf Perpustakaan Freedom melihat bahwa Gen Z memiliki pola adaptif dalam membaca.“Gen Z tetap membaca, namun format bacaan mereka lebih beragam, termasuk e-book, artikel digital, dan media visual-informatif. Mereka justru memiliki pola literasi yang adaptif sesuai perkembangan teknologi," kata Ujang.Selain itu, Thian Wisnu, Pustakawan Ahli Pertama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, menjelaskan fakta yang terjadi di Perpustakaan Jakarta Cikini, terlebih sejak jam operasional diperpanjang sampai malam hari.Baca juga: Minat Baca Masyarakat Jakarta Tinggi, Rano Karno Klaim Kunjungan ke Perpustakaan TIM Melonjak“Terhitung sejak Mei, sekitar 54,39 persen dari total pengunjung itu Gen Z. Paling banyak pengunjung itu di akhir pekan, 3.200 orang/hari," ujar dia.Shafa (25), inisiator komunitas Baca Budaya Asia, menceritakan kegiatannya saat mengunjungi perpustakaan.“Biasanya saya akan menghabiskan waktu untuk membaca koleksi perpustakaan. Kadang, saya juga bawa buku sendiri dari rumah untuk dibaca di perpustakaan, untuk cari tempat tenang," kata Shafa.Baca juga: Pengunjung Senang Perpustakaan Blok M Banyak Koleksi, tapi Tempat Duduk MinimNyatanya, baik Perpustakaan Jakarta Cikini dan Perpustakaan Freedom senantiasa menampung masukan dan kritik dari para pengunjung, baik terkait kurangnya ruang baca dan jam operasional yang terbatas pada weekday.“Pengunjung bisa menyampaikan keluhan atau masukan melalui aplikasi JAKI atau bisa DM Instagram dan WhatsApp pada office hour. Biasanya keluhan seputar fasilitas, AC ga dingin, loker selalu habis, ruang baca kurang," kata Thian."Terkait ruang baca, insya Allah Desember nanti, ruang multimedia yang ada di lantai 6 akan dipindah ke lantai 7 yang nantinya juga akan ada fasilitas VR sebagai variasi layanan. Jadi lantai 6 bisa jadi ruang baca baru.” imbuh dia.Baca juga: Perpustakaan Cikini dan PDS HB Jassin Uji Coba Jam Operasional hingga Pukul 22.00Senada, Ujang juga menyebut perpustakaan menerima masukan, kritik, dan saran pengunjung, saat ini dalam bentuk komunikasi langsung dengan petugas layanan."Saat ini kami sedang mempertimbangkan beberapa pengembangan, termasuk peningkatan fasilitas ruang baca, menambah kecepatan fasilitas WiFi, serta penyesuaian jam operasional sesuai kebutuhan pengguna," ujar Ujang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-03 01:42