27 Titik Longsor dan Banjir Taput: Ketinggian Air 4 Meter, Jembatan Putus

2026-01-12 02:11:59
27 Titik Longsor dan Banjir Taput: Ketinggian Air 4 Meter, Jembatan Putus
MEDAN, – Banjir dan tanah longsor melanda 27 titik di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, sejak Selasa .Dalam kejadian tersebut, debit air mencapai 4 meter dan merendam rumah warga.Sungai yang meluap juga menyebabkan putusnya jembatan penghubung nasional Tarutung-Sipirok di Kecamatan Purbatua.Kapolres Taput, AKBP Ernis Sitinjak, memberikan update terbaru pada Rabu . Ia menyatakan, penanganan 27 lokasi terdampak masih berlangsung.Baca juga: Update Banjir dan Longsor di Sumut: 17 Orang Meninggal dan 58 TerlukaDari jumlah tersebut, 10 titik banjir tersebar di Kecamatan Purbatua, Pahae Jae, Siatas Barita, dan Tarutung."Ketinggian air bervariasi mulai dari 70 cm hingga mencapai 4 meter. Lebih dari 98 rumah warga terdampak, serta puluhan hektar lahan pertanian mengalami gagal panen," ujar Ernis dalam keterangan tertulisnya.Ernis menambahkan, kondisi cuaca di Taput masih hujan, dan pihak kepolisian terus melakukan pendampingan terhadap warga yang mengungsi."Personel tetap bertahan untuk membantu warga yang mengungsi di Kecamatan Adiankoting dan Pahae Jae," ujarnya.Akibat banjir, beberapa akses jalan terputus total, khususnya di Desa Siraja Oloan, Desa Hutauruk, dan ruas Aek Siansimun-Siandor Andor.Jembatan nasional di Kecamatan Purbatua juga mengalami kerusakan. Namun, Ernis memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden banjir ini.Baca juga: Longsor Landa Humbahas Sumut, Akses Jalan Tertutup dan Listrik MatiSementara itu, musibah longsor terjadi di 16 titik, sebagian besar berada di Jalan Lintas Sumatera, Tarutung–Sibolga, dan Kecamatan Parmonangan."Dalam insiden ini, satu warga bernama Haratua Sipahutar (50) mengalami luka di bagian kepala dan telah dirawat intensif. Sementara itu, empat warga lainnya mengalami luka-luka akibat rumah mereka tertimpa longsor di Desa Sitolu Ompu," katanya.Ernis menjelaskan, sejumlah ruas jalan nasional sempat tertutup total akibat longsor. Saat ini, beberapa titik sudah berhasil dibuka setelah alat berat diturunkan untuk membersihkannya."Satu titik musibah lagi terjadi di Dusun 2 Sialang, Desa Simangumban Julu, di mana satu pohon tumbang menutupi badan jalan, menyebabkan kemacetan. Personel segera mengevakuasi batang pohon sehingga arus lalu lintas kembali normal," ujarnya.Untuk menangani musibah ini, pihak Polres Taput menurunkan 90 personel, dibantu 16 personel BKO Brimob, 20 personel TNI, 7 petugas PUPR Taput, 15 personel BPBD Taput, 10 petugas Dishub Taput, dan 10 tenaga medis.“Fokus kami adalah keselamatan masyarakat. Petugas di lapangan terus bekerja untuk membuka akses, mengevakuasi warga, dan memastikan titik-titik rawan tetap dimonitor. Meski cuaca masih ekstrem, kami pastikan seluruh upaya penanganan berjalan terukur dan aman,” ujarnya.Ernis juga menyampaikan, akibat intensitas hujan masih tinggi, Polres Taput meningkatkan patroli siaga bencana dan membuka posko informasi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan cepat.


(prf/ega)