Sikapi Konflik Internal PBNU, PWNU Sulsel Sampaikan 4 Imbauan

2026-01-11 22:21:50
Sikapi Konflik Internal PBNU, PWNU Sulsel Sampaikan 4 Imbauan
MAKASSAR, – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan, Prof KH Hamzah Harun Al Rasyid, mengeluarkan imbauan menjaga marwah organisasi di tengah konflik internal yang terjadi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).Konflik mencuat setelah rapat harian Syuriyah PBNU meminta Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, untuk mundur dari jabatannya.Menurut Prof Hamzah, polemik yang terjadi di PBNU menjadi perhatian warga Nahdliyyin di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan.“Situasi ini memberi pengingat bagi kita semua mengenai pentingnya menjaga ketenangan batin, keutuhan ukhuwah, serta keluhuran adab dalam menyikapi perbedaan,” ujar Prof Hamzah dalam keterangan rilisnya, Rabu .Baca juga: Gus Yahya: Apakah Ada Pihak Eksternal yang Ingin NU Pecah?Ia menjelaskan bahwa NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah selalu bertumpu pada hikmah para ulama dan tuntunan Ahlussunnah wal Jama’ah yang mengedepankan nilai tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), tawassuth (moderat), dan i’tidal (keadilan).Menanggapi dinamika internal tersebut, Prof Hamzah menyampaikan empat imbauan:Prof Hamzah berharap imbauan tersebut dapat menjadi ikhtiar untuk meneguhkan pentingnya persatuan dan ketenangan di tengah dinamika organisasi.“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, membuka pintu-pintu kebaikan, dan menjaga kita semua dalam limpahan rahmat-Nya,” imbuhnya.Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya resmi diberhentikan sebagai Ketua Umum PBNU per 26 November 2025. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran PBNU nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025, yang telah beredar di publik.Selain menyatakan Gus Yahya diberhentikan, surat itu juga menyebut Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar akan mengambil tampuk kepemimpinan sementara. Gus Yahya mempertanyakan apakah ada pihak eksternal dari luar PBNU yang memainkan peran dalam upaya pemberhentian dirinya sebagai Ketua Umum.Hal ini disampaikan Gus Yahya dalam konferensi pers merespons surat edaran yang memuat pemberhentian dirinya sebagai Ketua Umum sebagai tindak lanjut hasil rapat harian Rais Syuriyah PBNU, 20 November 2025."Apakah mungkin ada pihak eksternal yang menginginkan NU pecah? Apakah mungkin ada? Ini yang sedang kita lihat, siapa yang menginginkan NU pecah ini," katanya dalam konferensi pers yang digelar, Rabu ."Apakah ada pihak eksternal yang menginginkan bangunan organisasi NU itu runtuh? Siapa yang menginginkan itu," ucapnya lagi.Gus Yahya kemudian menyebut, upaya memberhentikan dirinya sebagai Ketum PBNU secara inkonstitusional akan meruntuhkan bangunan organisasi PBNU.Sebab itu dia berharap, siapapun yang turut menjadi bagian dalam upaya memecah belah NU untuk menghargai urusan rumah tangga ormas Islam ini."NU bukan merasa penting, tapi kita berharap ada kepada semua pihak untuk ya menghargai keinginan-keinginan kami untuk tetap utuh satu organisasi, satu kebersamaan, integritas kebersamaan penuh. Mohon ini dihormati kepada siapapun kepada kepentingan apapun," ucapnya.Dalam konferensi pers tersebut, Gus Yahya juga menegaskan dirinya hingga saat ini masih menjadi Ketua Umum PBNU, baik secara de facto maupun secara de jure.Gus Yahya menyebut, dirinya dipilih lewat Muktamar, sehingga jika ada pihak yang ingin memberhentikannya juga harus lewat Muktamar.


(prf/ega)