IHSG Ditutup Menguat 0,43 Persen ke Level 8.686

2026-01-15 18:41:17
IHSG Ditutup Menguat 0,43 Persen ke Level 8.686
JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa .Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 0,43 persen atau 36,81 poin ke level 8.686,47.Data Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip melalui RTI, sepanjang sesi perdagangan, IHSG dibuka di posisi 8.696,70 dan sempat menyentuh level tertinggi di 8.700,86 dan level terendah 8.611,35, sebelum kembali bergerak menguat hingga penutupan.Baca juga: IHSG Dibuka ke Zona Hijau, Naik 0,11 Persen ke Posisi 8.659,0PIXABAY/PETE LINFORTH Ilustrasi pasar saham. Aktivitas perdagangan berlangsung ramai dengan volume transaksi mencapai 49,49 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 29,45 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 2.740.481 kali.Dari sisi pergerakan saham, 355 saham menguat, 296 saham melemah, dan 146 saham lainnya bergerak stagnan.Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menjadi Rp 15.938,51 triliun.Aecara sektoral, teknologi menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan paling 3,16 persen, energi menguat 1,37 persen, dan infrastruktur naik 0,84 persen.Baca juga: IHSG Hari Ini Berpotensi Terkoreksi ke Level 8.464-8.560, Cek Saham Rekomendasi AnalisKemudian, saham sektor transportasi dan logistik menguat 0,59 persen, properti naik tipis 0,54 persen, industri menguat 0,29 persen, barang konsumsi non-primer naik 0,34 persen, dan industri dasar menguat 0,05 persen.Di sisi lain, sektor kesehatan terkoreksi 0,15 persen, diikuti keuangan yang melemah tipis 0,10 persen, sementara barang konsumsi primer turun 0,06 persen.Lebih jauh, pergerakan saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 berlangsung bervariasi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup melemah 2,71 persen ke level Rp 8.075.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-15 19:25