JAKARTA, – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta untuk merapikan dan memangkas pohon-pohon tua di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi menghadapi angin kencang yang diperkirakan masih melanda Jakarta hingga 21 Desember 2025.Permintaan tersebut disampaikan Pramono menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek.“Saya sudah meminta kepada Dinas Pertamanan untuk pohon-pohon tua semuanya kami rapikan,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa .Baca juga: Kala Siswa SD Ingatkan Bahaya Penebangan Hutan, Pramono: Semoga Didengar Pembalak LiarPramono mengakui, meskipun upaya penanganan pohon tua dan rawan tumbang telah dilakukan di hampir seluruh wilayah Jakarta, arah dan kekuatan angin kerap sulit diprediksi. Karena itu, langkah antisipatif tersebut belum tentu sepenuhnya mampu mencegah dampak angin kencang.“Maka sebenarnya hampir di semua daerah sudah dilakukan, tapi memang terkadang tidak mencukupi. Dan kita tidak tahu angin puting beliung yang kemarin bisa di Ancol, kemudian juga di Sunda Kelapa, itu kan kita tidak tahu bahwa arahnya di sana,” lanjut Pramono.Kendati demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem.Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat koordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala dan menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat.Sebelumnya, BMKG memperingatkan potensi angin kencang masih dapat melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) hingga 21 Desember 2025. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan puncak musim hujan dan dinamika atmosfer di wilayah barat Indonesia.Baca juga: Pramono Targetkan Penampungan Pedagang Pasar Kramat Jati Rampung dalam 5 Hari“Prediksi BMKG, cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang diperkirakan masih terjadi hingga 21 Desember 2025 di wilayah Jabodetabek,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin .Guswanto menjelaskan, penguatan angin dipicu oleh perbedaan tekanan udara serta aktivitas awan hujan yang intens. Pada periode ini, hujan lebat disertai petir dan angin kencang lebih sering terjadi, mengingat Desember merupakan puncak musim hujan di wilayah barat Indonesia.Meski demikian, BMKG memprediksi intensitas angin akan berangsur menurun setelah pertengahan Desember.
(prf/ega)
Antisipasi Angin Kencang Hingga 21 Desember, Pramono: Pohon-pohon Tua Kami Rapikan
2026-01-12 05:40:00
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:04
| 2026-01-12 04:54
| 2026-01-12 04:19
| 2026-01-12 04:15










































