- Basarnas meningkatkan operasi pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, terutama di Kota Sibolga dan wilayah Tapanuli Raya, menyusul meluasnya titik bencana dan semakin banyaknya laporan warga hilang.Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sudjarwadi, mengatakan, tim SAR gabungan telah bekerja penuh selama 24 jam terakhir, bergerak ke semua titik prioritas untuk mengevakuasi korban yang terjebak banjir ataupun tertimbun material longsor."Sudah disebar di beberapa titik pada hari kedua operasi SAR digelar,” ujarnya, dikutip dari Antara, Kamis .Operasi SAR melibatkan personel dari Pos SAR Sibolga, TNI-Polri, BPBD, Polairud, serta berbagai unsur relawan di Sumatera Utara.Masing-masing tim dibekali peralatan darat dan laut, peralatan medis, alat komunikasi, serta drone thermal untuk mempercepat penelusuran.Baca juga: Banjir dan Longsor di Tapteng-Sibolga, Jaringan Komunikasi Alami GangguanPutu menjelaskan bahwa kondisi di lapangan sangat menantang. Putusnya akses jalan utama, tingginya gelombang air laut, padamnya jaringan listrik, dan gangguan telekomunikasi memperlambat mobilisasi tim di sejumlah titik."Upaya pencarian tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi keselamatan petugas," tuturnya.Data pusat pengendalian operasi Basarnas mencatat bahwa banjir bandang dan longsor memberikan dampak besar di sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, termasuk Kecamatan Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Sibabangun, Tapian Nauli, dan Kolang.Lebih dari 1.902 keluarga dilaporkan terdampak di Tapanuli Tengah, dengan angka tertinggi berasal dari Kecamatan Kolang, yakni 1.261 keluarga."Satu keluarga berjumlah empat orang dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun longsor," kata Putu.Baca juga: Banjir dan Longsor di Sibolga-Tapteng, Infrastruktur Rusak, Akses TerputusDok Polda Sumut Polisi membersihkan puing longsor di Kota Sibolga, Sumatera Utara, Selasa Di Tapanuli Selatan, banjir bandang dan longsor melanda Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, dan Hapesong Baru di wilayah Kecamatan Batang Toru. Basarnas mencatat enam warga meninggal akibat banjir bandang dan tujuh warga menjadi korban longsor di Parsariran, Hapesong Baru.Sementara itu, di Kota Sibolga, korban terbanyak berada di Kecamatan Sibolga Selatan dengan laporan sementara delapan warga meninggal dan 21 orang masih hilang.Putu Arga menambahkan bahwa sedikitnya tiga lokasi pengungsian telah disiapkan, antara lain GOR Pandan di Tapanuli Tengah, gedung SMPN 5 Parombunan di Kota Sibolga, serta RS Bhayangkara Batang Toru dan sejumlah titik pengungsian di desa-desa terdampak di Tapanuli Selatan.
(prf/ega)
Banjir dan Longsor Sibolga-Tapanuli Raya Sumut, Basarnas Intensifkan Pencarian dan Pertolongan
2026-01-11 15:22:25
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:08
| 2026-01-11 15:01
| 2026-01-11 15:00
| 2026-01-11 13:27










































