IRT di Waringinkurung Serang Tewas dengan 3 Luka Tusuk, Diduga Dibunuh

2026-01-16 06:44:14
IRT di Waringinkurung Serang Tewas dengan 3 Luka Tusuk, Diduga Dibunuh
SERANG, - Seorang ibu rumah tangga berinisial FA (42), ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kampung Sidilem, Desa Telaga Luhur, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten pada Senin .FA diduga menjadi korban pembunuhan karena ditemukan sejumlah luka tusukan di tubuhnya.Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Berdasarkan pemeriksaan medis awal, terdapat indikasi kuat adanya kekerasan fisik yang dialami korban sebelum meninggal dunia."Dugaan pembunuhan karena hasil pemeriksaan pihak rumah sakit ditemukan ada luka tusukan lebih dari tiga di sekujur tubuh korban," ujar Kapolsek Waringinkurung Iptu Hari Purwanto saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Selasa .Hari menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh teman dekat anaknya sekaligus tetangga berinisial SI pada pukul 15.30 WIB. Saat itu, kondisi rumah sedang kosong dan SI mendapati korban sudah dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumahnya.Melihat kondisi tersebut, SI kemudian memberitahukan kepada warga lainnya untuk memberikan pertolongan. Warga lantas membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Drajat Prawiranegara Serang untuk mendapatkan perawatan medis darurat.Namun, pihak rumah sakit menyatakan korban sudah tidak bernyawa. Luka-luka di tubuh korban juga memperjelas penyebab kematiannya yang semula sempat memicu simpang siur di tengah masyarakat setempat.“Awalnya masyarakat mengira korban mengalami keguguran karena saat pertama kali sudah dalam keadaan dibalut selimut," ujar Hari.Saat ini, Polisi masih menunggu hasil otopsi resmi dari pihak forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban serta jenis senjata yang digunakan pelaku. Hari mengatakan sejumlah saksi telah dilakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian ini.“Kami sudah meminta keterangan kepada SI, anak korban dan warga. Mohon doanya semoga segera terungkap," ujar Hari.Dari hasil pengecekan di lokasi kejadian serta berdasarkan keterangan dari anak korban, pihak kepolisian menemukan fakta bahwa tidak ada barang berharga milik korban yang hilang. Hal ini mengindikasikan bahwa kasus tersebut kemungkinan besar bukan merupakan kasus pencurian dengan kekerasan atau perampokan."Belum ada laporan kehilangan barang," kata Hari.Hingga saat ini, kasus dugaan pembunuhan IRT tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh Polsek Waringinkurung dengan bantuan dari Satreskrim Polresta Serang Kota untuk memburu terduga pelaku.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-16 06:27