Semarak Natal di Magelang, Gereja Tertua Hadirkan Pohon Raksasa Berbahan Rafia

2026-01-11 23:36:55
Semarak Natal di Magelang, Gereja Tertua Hadirkan Pohon Raksasa Berbahan Rafia
MAGELANG, - Salah satu gereja tertua di Kota Magelang, Jawa Tengah, menghadirkan pohon Natal setinggi 10 meter dengan warna serba putih.Dilihat dari seberang gereja, daun-daun di pohon itu seperti tertutup salju. Ornamen bintang berdiri di puncak dan sejumlah bola berwarna-warni bertengger di sekeliling pohon.Ketika melihatnya lekat-lekat, bisa diketahui bahwa itu bukan daun, melainkan untaian rafia yang diikat secara vertikal.Baca juga: Ketika Penyintas Disabilitas Psikososial di Manggarai Timur Terima Kado Natal...Tampilan pohon Natal di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Beth-el Magelang itu lain lagi saat malam hari.Dengan lampu strip yang melingkari pohon, pendar merah hijau biru bergonta-ganti kala langit gelap.Seorang umat di GPIB Beth-el Magelang, Ronald Jantje Hehanussa mengatakan, dirinya ingin agar gereja membuat dekorasi perayaan Natal pada 2025.Baca juga: Beda Iman Satu Kepedulian: Warga 5 Agama di Purworejo Gotong Royong Bersihkan Gereja Sambut NatalIa lantas mengusulkan agar membuat pohon Natal dengan bahan yang sederhana."Kami pakai tali rafia, kurang lebih bobotnya 35 kilogram," ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Senin .Ronald mengatakan, pengerjaan pohon Natal dilakukan jemaat GPIB Beth-el Magelang selama tiga pekan. Setiap ujung rafia disambung dan diikatkan pada kerangka pohon."Kami ikat karena kalau ada angin biar tidak berantakan," tuturnya.Menurut dia, pohon Natal itu menambah hiasan yang ikonis di kawasan Alun-alun Kota Magelang, lokasi GPIB Beth-el Magelang berada.Terlebih, di sekeliling Alun-alun terdapat bangunan yang bersejarah, seperti Kelenteng Liong Hok Bio, Masjid Agung, serta Water Toren.Ketua Majelis GPIB Beth-el Magelang Pendeta Yannedelle Hehanussa-Sahetapy mengatakan, pohon Natal di gerejanya membawa pesan kesederhanaan dalam merayakan Natal.Apalagi, dia sebut bahan rafia tidak memakan biaya besar dan, setelah tidak dijadikan dekorasi pohon, bisa dipakai untuk keperluan lain."Natal bukan soal kemeriahan, tapi kesederhanaan," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin .Pendeta Yannedelle merupakan istri Ronald Jantje Hehanussa.


(prf/ega)