Penantian 30 Tahun Aspal di Jalan Karet Pasar Baru Barat

2026-01-16 05:10:58
Penantian 30 Tahun Aspal di Jalan Karet Pasar Baru Barat
JAKARTA, - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan Jalan Karet Pasar Baru Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, setelah puluhan tahun tak tersentuh perbaikan.Jalan lingkungan yang berada di kawasan strategis itu sebelumnya masih berupa tanah dan bebatuan, meski terhubung langsung dengan Jalan KH Mas Mansyur.Peresmian ini menandai berakhirnya penantian panjang warga atas akses jalan yang layak.Pemprov DKI menyebut perbaikan rampung dalam waktu singkat setelah keputusan pembangunan diambil.Baca juga: Segini Besaran UMP Jakarta 2026 yang Dituntut BuruhGubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan alasan jalan tersebut lama tidak diperbaiki karena persoalan teknis dan kewenangan.“Kenapa jalan ini tidak pernah dibangun, dirawat? Karena memang di tempat ini ada pemipaan di bawahnya, kemudian juga ada overlapping kewenangan antara Dinas Pemakaman, Binamarga, dan yang lain-lain,” ucap Pramono Anung, di Jalan Karet Pasar Baru Barat, Senin .Setelah laporan dari Wali Kota Jakarta Pusat, perbaikan diputuskan dan segera dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.“Pak Wali Kota setelah lapor kepada saya untuk diputuskan dibangun jalan ini, dan alhamdulillah dalam waktu tidak lebih dari satu bulan Dinas Binamarga menyelesaikan jalan ini,” kata Pramono.Baca juga: Gedung-gedung di Jakarta Akan Diaudit Serentak Mulai Januari 2026Pramono menilai keberadaan jalan tersebut penting karena berada di jalur strategis dan menunjang aktivitas pendidikan warga sekitar.“Dan saya yakin jalan ini akan sangat bermanfaat bagi warga, karena ini Jalan (KH) Mas Mansyur depan. Mas Mansyur depan, artinya ini kan jalan protokol utama. Apalagi di sini ada dua sekolah, SD dan SMP Negeri,” ungkap Pramono.Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menyampaikan seluruh pengerjaan dilakukan oleh internal dinas tanpa melibatkan pihak ketiga.“Jadi Satgas, pasukan kami, pasukan kuning, dan material yang kami gunakan adalah material kami yang ada di gudang kami, itu yang kita pakai di sini. Jadi tidak dikerjakan oleh vendor, tapi dikerjakan oleh Satgas kami sendiri,” ungkap Heru.Baca juga: Ada Rekayasa Lalin Malam Tahun Baru di Jakarta, Ini Skema Pengalihan ArusnyaSebelumnya, Jalan Karet Pasar Baru Barat yang berada di samping TPU Karet Bivak dilaporkan belum pernah diaspal selama puluhan tahun.Jalan sepanjang sekitar 800 meter itu masih berupa tanah dan berbatu, dengan permukaan bergelombang.Di sisi kanan dan kiri jalan terdapat aktivitas pemilahan barang rongsok, serta deretan rumah warga.Di lokasi juga berdiri SDN Karet Tengsin 13 Pagi dan SMPN 38 yang berdampingan, dengan alat berat milik Dinas Bina Marga terlihat terparkir di depan sekolah saat proses perbaikan berlangsung.(Reporter: Febryan Kevin Candra Kurniawan | Editor: Abdul Haris Maulana)


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-16 03:44