JAKARTA, - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengakui masih ada polisi yang melakukan praktik percaloan hingga pungutan liar (pungli).Akan tetapi, Agus memastikan bahwa Polri kini memiliki semangat untuk menjadi lebih baik.Hal tersebut Agus sampaikan dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa ."Masih juga ditemukan transaksional, pungli, percaloan, dan lain sebagainya. Tetapi dengan semangat dan berubah kultur 'dilayani dan menjadi melayani', saya yakin kita semuanya masih bisa berubah yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat," ujar Agus.Baca juga: 689 Polisi Dipecat Sepanjang 2025, 1.711 Orang Dipatsuskan"Termasuk juga berkaitan dengan keterbatasan akses informasi dan kanal pengaduan, ini juga perlu kita tingkatkan. Sehingga kondisi yang diharapkan bahwa Polri harus dekat dengan masyarakat. Polri harus merangkul. Polri harus komunikasi dengan masyarakat dengan intens," sambungnya.Agus menjelaskan bahwa seluruh polisi lalu lintas (polantas) tidak boleh melakukan pelayanan transaksional. Dia mengeklaim larangan tersebut sudah disampaikan kepada seluruh kapolda hingga dirlantas jajaran."Dan bahkan Bapak Kapolri, atas izin Bapak Kapolri, begitu dibentuk Tim Pelayanan Publik Polri, kami umumkan kepada seluruh kapolda, seluruh dirlantas, seluruh anggota: Tidak ada lagi pelayanan yang transaksional. Zero," jelas Agus.Agus mengatakan, jika masih ada polisi yang kedapatan pungli, maka oknum tersebut boleh di-blender."Kalau saya boleh mengambil kata-kata Pak Astamaops, 'kalau masih ada, silakan di-blender'. Itu sudah berani seperti itu, Pak," ucapnya.
(prf/ega)
Kakorlantas Sebut Kalau Masih Ada Polisi Pungli, Bakal Diblender
2026-01-12 06:11:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:59
| 2026-01-12 05:50
| 2026-01-12 05:22
| 2026-01-12 04:35
| 2026-01-12 04:27










































