Apakah Benar Produk Bank Syariah Kurang Kompetitif Dibandingkan Bank Konvensional?

2026-01-12 02:08:06
Apakah Benar Produk Bank Syariah Kurang Kompetitif Dibandingkan Bank Konvensional?
JAKARTA, - Selama ini masih ada stigma di masyarakat yang berpandangan bahwa produk bank syariah kurang kompetitif dibandingkan dengan perbankan konvensional.Ekonom sekaligus Ketua Center of Sharia Economics Development of Institute for Development of Economics and Finance (CSED INDEF) Nur Hidayah mengatakan, stigma bahwa produk syariah kurang kompetitif dibanding produk konvensional saat ini masih ada, meskipun semakin berkurang."Awalnya muncul karena produk syariah dianggap hanya relabeling dari produk konvensional, dengan struktur yang kurang sederhana dan biaya yang kadang lebih tinggi," kata dia kepada Kompas.com.Baca juga: KIK EBA Syariah Pertama Resmi Diperdagangkan di BEINamun dalam satu dekade terakhir, ia menambahkan, kualitas dan daya saing produk keuangan syariah meningkat pesat baik dalam hal teknologi, pelayanan, maupun inovasi seperti sharia digital banking, sukuk ritel, dan wakaf produktif.Menurut Nur, yang saat ini menjadi tantangan adalah memperkuat branding dan edukasi agar masyarakat memahami bahwa produk syariah bukan hanya alternatif religius, tapi juga solusi keuangan etis dan berkelanjutan.Pada mulanya, stigma yang menyebut produk keuangan syariah kurang kompetitif lahir karena produk syariah di masa awal sering direplikasi dari model konvensional tanpa inovasi nilai tambah. Namun kini, masyarakat harus bergeser dari keunggulan komparatif (comparative advantage) menjadi keunggulan berbasis nilai (value-based advantage).Nur berpandangan, produk keuangan syariah seharusnya tidak hanya bebas dari riba, tetapi juga menawarkan nilai keberlanjutan, keadilan sosial, dan redistribusi kesejahteraan."Jika prinsip maqashid syariah diterjemahkan secara modern dalam inovasi produk, maka bank syariah justru akan menjadi pelopor ethical finance dan sustainable banking, bukan sekadar alternatif religius," ungkap dia.Baca juga: Quraish Shihab Mengundurkan Diri dari Posisi Ketua Dewan Pengawas Syariah BTNSaat ini, masyarakat sudah mulai berbondong-bondong beralih ke bank syariah. Adapun, daya tarik utama bank syariah adalah prinsip risk-sharing, etika investasi, dan orientasi keberlanjutan (sustainability).Nasabah sekarang tidak sekadar mencari keuntungan finansial, tetapi juga kepastian bahwa dana mereka tidak digunakan untuk sektor yang bertentangan dengan nilai moral dan sosial.Namun, Nur menerangkan, pertumbuhan nasabah bank syariah memang belum secepat yang diharapkan karena masih ada kesenjangan literasi, persepsi bahwa layanan bank syariah kurang modern, serta jaringan dan produk yang belum merata di seluruh wilayah."Dengan transformasi digital dan peningkatan pelayanan, saya optimistis penetrasi bank syariah akan meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan," ungkap dia.


(prf/ega)