4 Hal Menarik tentang Lagu Republik Fufufafa, Karya Terbaru Slank

2026-01-12 06:30:53
4 Hal Menarik tentang Lagu Republik Fufufafa, Karya Terbaru Slank
JAKARTA, - Slank kembali merilis karya baru yang langsung menyedot perhatian publik.Band legendaris Indonesia itu meluncurkan lagu berjudul “Republik Fufufafa” bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 mereka, Sabtu .Lagu tersebut dengan cepat viral di media sosial dan memicu beragam respons warganet.Baca juga: Konser Hey 42th Slank Akan Donasikan Seluruh Keuntungannya untuk Korban Bencana Sumatera Banyak pendengar menilai Slank kembali menghadirkan kritik sosial yang tajam, mengingatkan publik pada karakter awal band yang dikenal vokal terhadap isu-isu sosial dan politik.Kompas.com merangkum fakta menarik terkait perilisan lagu “Republik Fufufafa”.“Republik Fufufafa” dirilis pada malam perayaan 42 tahun perjalanan Slank di industri musik Tanah Air.Baca juga: Slank dan Deep Purple Akan Satu Panggung Tahun Depan, Gelar Konser di JakartaLagu ini ditulis oleh Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim dan direkam di Flat 5 Studio.Dilansir dari kanal YouTube @musikslank, video musik Republik Fufufafa yang diunggah sejak kurang dari satu hari telah mengumpulkan sekitar 15.000 tanda suka, 3.600 yang komentar dan 193.661 views.Respons serupa terlihat di Instagram.Berdasarkan pantauan Kompas.com di akun @slankdotcom, Senin pukul 08.27 WIB, potongan video musik tersebut meraih 29 ribu likes, 3.020 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 3.749 kali.Baca juga: Konser HUT Ke-42 di Bali, Slank Lelang Vespa dan Gitar untuk Bantu Korban BencanaSecara lirik “Republik Fufufafa” memuat kritik sosial yang cukup gamblang.Slank menggambarkan kondisi sebuah negeri yang digambarkan sarat persoalan, mulai dari penyalahgunaan kekuasaan hingga degradasi moral.Dalam liriknya, Slank menyinggung soal “sakau kuasa”, narkoba, judi, hingga persoalan gizi dan rendahnya kualitas pendidikan.Baca juga: Libur Akhir Tahun, TMII Hadirkan Pesta Kembang Api hingga Konser Musik SlankPenggalan lirik seperti “Negri stunting dan kurang gizi” serta “sakau kuasa sakau narkoba” menjadi sorotan warganet.Lagu ini pun dinilai sebagai bentuk sindiran keras terhadap kondisi sosial yang sedang terjadi.


(prf/ega)

Berita Lainnya