Sampah Menggunung Tiga Hari di Ciputat, Bau Menyengat Ganggu Warga dan Pengendara

2026-01-11 23:34:51
Sampah Menggunung Tiga Hari di Ciputat, Bau Menyengat Ganggu Warga dan Pengendara
TANGERANG SELATAN, – Tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut selama tiga hari terakhir menimbulkan bau menyengat di sejumlah titik kawasan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.Kondisi ini tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan akibat air lindi yang mengalir ke badan jalan.Pantauan Kompas.com di lapangan, Rabu , menunjukkan berbagai jenis sampah—mulai dari sayuran, buah, sisa daging, hingga plastik kemasan—menumpuk di area permukiman dan pusat aktivitas warga. Bau busuk dari pembusukan sampah tercium kuat, terutama di sekitar kolong flyover Ciputat.Baca juga: Tiga Hari Tak Diangkut, Sampah Menggunung di Flyover hingga Pasar CiputatSalah satu warga terdampak, Agus (57), pemilik warung nasi yang berada di seberang flyover Ciputat, mengaku usahanya terganggu akibat bau menyengat tersebut.“Kebetulan ini kami di seberang jalan, luar biasa terganggu ya, baunya luar biasa untuk hari ketiga ini,” ujar Agus saat ditemui Kompas.com di warung makannya di Jalan H. Ir. Juanda, Ciputat, Tangsel, Rabu.Menurut Agus, bau tak sedap muncul karena sampah tidak diangkut selama tiga hari terakhir. Padahal, sebelumnya pengangkutan rutin dilakukan setiap pagi oleh petugas kebersihan.“Biasanya jam enam atau tujuh pagi sudah ada mobil pengangkut. Tapi ini sudah tiga hari nggak ada yang datang,” kata dia.Akibat penumpukan tersebut, sampah mulai membusuk dan mengeluarkan air lindi yang mengalir hingga ke badan jalan. Kondisi ini membuat bau semakin menyengat sekaligus menyebabkan permukaan jalan menjadi licin, terutama saat hujan turun.“Kalau hujan, air sampahnya mengalir. Sudah makin bau terus sering banget ada motor yang hampir jatuh karena licin,” jelas Agus.Baca juga: Kematian Sopir Truk Sampah Usai Jam Kerja Panjang Picu Evaluasi Menyeluruh DLH DKIWarga Ciputat lainnya, Tambunan (51), menduga penumpukan sampah dipicu oleh penutupan TPS3R Pasar Cantik Ciputat. Dampaknya, warga membuang sampah sembarangan ke kolong flyover dan titik-titik lain di sekitarnya.“Ini imbas TPS3R Pasar Ciputat ditutup. Jadi banyak yang larinya ke sini,” ujar Tambunan.Ia menilai persoalan sampah di Ciputat seharusnya menjadi prioritas Pemerintah Kota Tangerang Selatan karena terjadi berulang kali tanpa solusi yang jelas.“Ini bukan masalah baru tapi sampai sekarang solusinya belum ada. Kita cuma minta ada langkah konkret,” kata dia.Warga pun berharap Pemkot Tangerang Selatan segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi permasalahan tersebut agar tidak terus berulang.“Yang kami minta cuma satu, segera diangkut. Jangan sampai kejadian begini terus berulang,” ucap Agus.


(prf/ega)