Andre Rosiade Temui Maruarar, Sepakat Percepatan Rehabilitasi Bencana di Sumbar

2026-01-12 03:57:14
Andre Rosiade Temui Maruarar, Sepakat Percepatan Rehabilitasi Bencana di Sumbar
Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Barat I Andre Rosiade bertemu dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait semalam. Pertemuan mendadak yang berlangsung hingga menjelang tengah malam ini difokuskan untuk mempercepat penanganan serta pembangunan kembali rumah warga yang rusak akibat bencana di Sumatera Barat.Dalam pertemuan tersebut, Maruarar Sirait menyambut baik kedatangan Andre Rosiade. Ia memuji konsistensi Andre dalam memperjuangkan masyarakat Sumbar."Adik saya, Adinda Andre, yang sangat saya tahu memperjuangkan rakyat Sumatera Barat I yang dia wakili dengan hati dan profesional," kata Maruarar.Maruarar juga mencatat bahwa Andre baru saja mendampingi Presiden Prabowo saat meninjau langsung lokasi bencana di Sumbar. Sekembali dari Padang bersama Presiden, Andre Rosiade melaporkan kondisi terkini di lapangan, termasuk komitmen Presiden Prabowo untuk membangun kembali seluruh infrastruktur yang rusak. Ia menyebut terdapat sekitar 13 ribu rumah terdampak yang membutuhkan pembangunan kembali, bahkan sebagian perlu direlokasi.Andre menegaskan pemulihan pembangunan sangat penting karena masyarakat kini kehilangan rumah, harta benda, bahkan anggota keluarga, sementara banyak yang masih tinggal di pengungsian."Untuk itu, saya malam ini langsung menghadap Bang Ara sebagai Menteri Perumahan untuk mengawal agar permintaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bisa segera dieksekusi, karena masyarakat kami sangat membutuhkan," tegas Andre.Menindaklanjuti laporan itu, Maruarar menyatakan kesiapan Kementerian PKP untuk bergerak cepat. Ia mengungkapkan bahwa tim internal telah disiapkan dan koordinasi dengan daerah bencana sudah berjalan sesuai fungsi kementerian di bidang perumahan.Untuk mempercepat keputusan strategis, Maruarar mengatakan telah berkomunikasi dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, untuk mengusulkan rapat lintas kementerian-termasuk PUPR, Perhubungan, Keuangan, serta pemerintah daerah-agar dapat segera diterbitkan "Daftar Tekanan Cepat" sebagai dasar percepatan bantuan bagi korban bencana."Luar biasa, tidak ada capeknya. Saya dengar besok mau balik lagi ke Sumatera Barat?" tanya Maruarar.Andre membenarkan bahwa ia akan kembali ke Sumbar pada Rabu pagi untuk melanjutkan tugas, termasuk menghadiri agenda bersama Komisi V DPR RI.Pertemuan ditutup dengan ucapan terima kasih dari Andre Rosiade kepada Menteri Maruarar atas respons cepat dan komitmen kuat pemerintah pusat dalam membantu masyarakat Sumatera Barat.Simak juga Video Solok Pascabanjir Bandang, Kayu Gelondongan Selimuti Danau Singkarak[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-12 02:18