Prabowo dan Ratu Máxima Bertukar Cendera Mata, Ada Boneka untuk Bobby

2026-01-12 23:33:11
Prabowo dan Ratu Máxima Bertukar Cendera Mata, Ada Boneka untuk Bobby
- Pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Ratu Máxima dari Belanda di Istana Negara, Jakarta, Kamis , berlangsung hangat.Salah satu momen yang menarik perhatian publik adalah ketika keduanya saling bertukar cendera mata sebagai simbol persahabatan serta penghargaan terhadap budaya masing-masing negara.Baca juga: Kucing Prabowo Bobby Kertanegara Pakai Tenun Ikat Tanimbar di HUT Ke-80 RIDalam kesempatan itu, Prabowo memberikan tiga cendera mata yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara.Pertama, vas bunga dari Pesisir Utara Jawa, yang menjadi penanda kekayaan kerajinan pesisir.Kedua, handmade silk Batik Boketan khas Pekalongan bernuansa ungu dengan motif bunga, yang dikenal sebagai salah satu motif klasik dengan detail halus dan elegan.Hadiah ketiga adalah miniatur rumah adat Tongkonan dari Toraja, Sulawesi Selatan.Bangunan tradisional ini dikenal dengan atap melengkung khas serta filosofi mendalam tentang leluhur dan ikatan keluarga."Suvenir… Ini vas. Ini dari pesisir utara Jawa,” kata Prabowo sambil memperlihatkan hadiah tersebut, dikutip dari keterangan resmi, Kamis .Ratu Máxima tampak antusias saat Prabowo menjelaskan asal-usul dan makna setiap cendera mata yang diberikan.Baca juga: Mengapa Prabowo Pakai Kalung Melati di Upacara HUT Ke-80 RI di Istana?Dari beberapa hadiah tersebut, Batik Boketan menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian.Ratu Máxima memuji keindahan kain sutra bermotif bunga itu, menyebutnya sebagai sangat cantik.Motif Boketan sendiri merupakan motif yang sudah ada sejak masa awal perkembangan batik pesisir, identik dengan ornamen bunga halus dan warna-warna cerah."Kain sutra, itu indah sekali. Banyak cendera mata," ujar Ratu Máxima."Tidak setiap hari Anda datang," balas Prabowo.Baca juga: 6 Gaya Bobby Kertanegara, Kucing Prabowo yang Selalu Tampil Modisdok. Istana Negara Prabowo dan Ratu Máxima bertukar cendera mata di Istana Negara, dari batik Pekalongan hingga jersey oranye untuk Bobby, kucing peliharaan Presiden.Sebagai balasan, Ratu Máxima memberikan buku Between The Sea & The Sky, karya fotografer dunia Jimmy Nelson yang dikenal melalui seri Before They Pass Away.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-12 23:32