Jalan Terjal Reformasi Bea Cukai dan Peluang Bangkit 16.000 Pegawai

2026-01-16 01:53:57
Jalan Terjal Reformasi Bea Cukai dan Peluang Bangkit 16.000 Pegawai
PERNYATAAN Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memberi batas waktu satu tahun bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk berbenah adalah katalis yang dibutuhkan untuk mempercepat reformasi.Latar belakang permasalahan ini sangat jelas, yaitu maraknya praktik penyelewengan, penyelundupan, dan buruknya citra institusi di mata publik yang tidak kunjung membaik.Ancamannya pengalihan tugas DJBC kepada pihak asing, yaitu Societe Generale de Surveillance (SGS) berakar pada preseden pahit tahun 1985.Ancaman tersebut adalah upaya untuk menciptakan "Pencairan" (Unfreeze), istilah dalam teori perubahan Kurt Lewin, guna mengguncang status quo yang koruptif.Purbaya bahkan secara eksplisit menyebutkan bahwa jika Kementerian Keuangan gagal memperbaiki, maka 16.000 pegawai DJBC akan dirumahkan.Salah satu tugas penting DJBC, yaitu sebagai community protector yang memfilter barang-barang masuk ilegal yang dapat merusak pasar serta membahayakan masyarakat.Selain itu, DJBC juga sebagai revenue collector, di mana penerimaan dari kepabeanan dan cukai masuk sebagai pendapatan negara dan dialokasikan pada sektor-sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan infrastruktur.Baca juga: Reformasi ASN Berbalik Arah: Penghapusan PPPK Paruh WaktuSociete Generale de Surveillance (SGS) merupakan perusahaan multinasional asing yang bergerak di layanan inspeksi, pengujian, dan sertifikasi.Perusahaan ini berkantor pusat di Jenewa, Swiss. Jaringan mereka meliputi ribuan kantor dan laboratorium di seluruh dunia.Layanan jasa utama SGS adalah menjamin kualitas, keamanan, dan kepatuhan pada produk, sistem, dan layanan terhadap standar global atau regulasi lokal.Ancaman pengalihan fungsi bea cukai ke SGS adalah pengulangan sejarah. Pada 1985, praktik penyelewengan yang masif memaksa Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 1985 (Inpres 4/1985), yang secara efektif membekukan sebagian besar fungsi pemeriksaan DJBC dan menyerahkannya kepada SGS.Kegagalan kala itu bukan hanya kegagalan operasional pada institusi bea cukai, melainkan kegagalan manajemen integritas yang berdampak langsung pada biaya logistik nasional.Langkah pengalihan tugas bea cukai ke SGS menunjukkan urgensi krisis integritas dalam sudut pandang pemerintah.Namun, fungsi pengawasan kepabeanan dan pemungutan pajak harus tetap berada di tangan negara demi menjaga kedaulatan ekonomi. Negara juga tidak boleh menyewa integritas dari pihak asing untuk menjaga kedaulatan negara.Selain itu, ada potensi belanja negara semakin membengkak karena membayar pihak swasta/asing yang tarifnya lebih tinggi dan pembayaran pesangon serta biaya sosial dari pengangguran mantan pegawai.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kamera belakang Honor 500 Pro juga lebih canggih, dengan konfigurasi kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera telefoto 50 MP dengan zoom optis 3x.Sementara Honor 500 reguler dibekali kamera utama 200 MP dan kamera ultrawide 12 MP yang sama tapi tanpa kamera telefoto.Baca juga: Honor X6b Plus Meluncur, HP Tahan Banting Harga Rp 1 JutaanSelebihnya, spesifikasi Honor 500 dan Honor 500 Pro di China sama. Keduanya kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Layar Honor 500 series diklaim punya bezel yang tipis, sekitar 1,05 mm. Layar ini juga mendukung pemindai sidik jari di bawah layar. Layar keduanya memiliki punch hole yang menampung kamera depan 50 MP.Honor Honor 500 dan Honor 500 Pro kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Untuk software, Honor 500 dan 500 Pro menjalankan sistem operasi Android 16 dilapisi antarmuka MagicOS 10.0Kedua perangkat mendukung Honor Phantom Engine. Honor mengeklaim ini memungkinkan pengalaman main game-nya bakal terasa lebih smooth dan responsif. Pasalnya, ponsel disebut dapat mempertahankan 120fps stabil dalam game MOBA populer, dengan frame rate rendah 1 persen mencapai 118,4fps dan diklaim memiliki tingkat jitter 0,00 persen.Baca juga: Honor MagicPad 3 Pro Resmi, Tablet Flagship Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5Kedua ponsel flagship Honor ini ditopang baetai jumbo sebesar 8.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat (fast charging) 80 watt via kabel, 27 watt reverse wired charging, dan 50 wall nirkabel (varian Pro saja).

| 2026-01-16 00:11