Pramono Pamer Kinerja di Jakarta: Ekonomi Stabil, Inflasi Terkendali

2026-02-04 01:14:54
Pramono Pamer Kinerja di Jakarta: Ekonomi Stabil, Inflasi Terkendali
JAKARTA, – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan laporan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025 secara terbuka di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat .Dalam konferensi pers itu, Pramono menyampaikan, laporan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah."Penyampaian APBD secara terbuka ini merupakan langkah penting untuk membangun budaya transparansi yang selalu kami inginkan. Mungkin ini yang kedua kali bagi Balai Kota, tetapi bagi tingkat provinsi, rasanya baru Jakarta yang menyampaikan secara terbuka dan transparan," ujar Pramono dalam paparannya, Jumat.Baca juga: Normalisasi Ciliwung, Pramono Siapkan Rp 232 Miliar untuk Pembebasan LahanData yang termuat dalam laporan APBD DKI Jakarta diambil hingga 20 November 2025.Berdasarkan data Kuartal III 2025, ekonomi Jakarta mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,96 persen."Angka ini menunjukkan pemulihan dan stabilitas ekonomi Ibu Kota di tengah tantangan global," kata Pramono.Selain pertumbuhan ekonomi, Pramono juga menyoroti keberhasilan Jakarta menjaga inflasi di angka 2,69 persen per Oktober 2025."Inflasi Jakarta lebih rendah dari inflasi nasional yang berada di angka 2,86 persen. Hal ini memperlihatkan harga barang dan jasa di Jakarta relatif terkendali dan stabilitas pasokan terjaga dengan sangat baik," ucap Pramono.Strategi pengendalian inflasi dilakukan melalui pendekatan "4K", yakni menjaga keterjangkauan harga, menjamin ketersediaan pasokan, memastikan kelancaran distribusi, dan memperkuat komunikasi publik.Sementara Anggaran Perubahan (APBDP) DKI Jakarta 2025 tercatat pada angka sebesar Rp 91,86 triliun, dengan tren realisasi yang dinilai sangat positif.Pendapatan daerah tercatat naik signifikan dari Rp 62,39 triliun pada Oktober menjadi Rp 68,53 triliun pada November."Realisasi pendapatan mencapai 81,15 persen dari target Rp 84,45 triliun sampai akhir Desember nanti," kata Pramono.Sementara itu, belanja daerah meningkat menjadi Rp 51,98 triliun atau 60,46 persen dari target anggaran senilai Rp 85,97 triliun.Baca juga: Tekan Tawuran, Pramono Buka Akses Lapangan Kerja bagi Pemuda RentanPramono mengaku optimistis serapan anggaran akan lebih maksimal di akhir tahun, karena proses pengadaan barang dan jasa masih terus berjalan."Peningkatan realisasi belanja di akhir tahun dapat dipastikan, mengingat masih ada sekitar 21.631 paket pengadaan barang jasa yang telah dilaksanakan, dan proses tender oleh Pokja BPPBJ telah mencapai 95,34 persen," ujar dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-04 00:40