YouTuber Bongkar Isi HP Android Korea Utara, Menakutkan dan Bikin Kaget

2026-01-15 07:50:18
YouTuber Bongkar Isi HP Android Korea Utara, Menakutkan dan Bikin Kaget
Ringkasan: – Korea Utara dikenal sebagai negara yang penuh dengan pengawasan ketat, termasuk dalam penggunaan smartphone. Untuk membuktikan hal tersebut, YouTuber kenamaan dari kanal Mrwhosethebos, Arun Maini, membongkar dan mengungkap isi ponsel Android yang biasa digunakan di Korea Utara.Dalam sebuah video berjudul "Testing North Korea's illegal smartphones", Arun tampak menjajal dua buah smartphone Android yang berhasil diselundupkan dari Korea Utara. Dia menyebut salah satu ponsel ini merupakan ponsel kelas bawah, sementara satu ponsel lainnya adalah model flagship yang diberi nama “Samtaesung 8”.Maini mengatakan ponsel tersebut bisa dibilang tidak layak disebut sebagai alat komunikasi pribadi, melainkan instrumen pengawasan negara yang sarat sensor, propaganda, dan pembatasan ekstrem terhadap penggunanya.Salah satu upaya sensor yang diterapkan di kedua perangkat tersebut adalah pemblokiran terhadap akses ke internet global. Maini menyebut bahwa perangkat yang ia coba tak bisa memakai fitur Wi-Fi. Jika mau pakai internet, pengguna harus membuka aplikasi bernama "Mirae" terlebih dahulu dan wajib memasukkan identitas pribadinya.Youtube.com/Mrwhosetheboss Ilustrasi ponsel Korea Utara yang tak bisa pakai Wi-Fi.Artinya, pengguna hanya bisa mengakses intranet tertutup yang berisi situs-situs resmi dan konten yang telah disetujui pemerintah.Akses ke layanan populer, seperti Google, media sosial, hingga aplikasi pesan instan juga sepenuhnya diblokir.Selain pembatasan internet, sistem operasi (OS) perangkat juga dikontrol sedemikian rupa. Maini mengatakan OS ponsel Android dari Korea Utara ini tampak menjalankan Android 10 atau 11, OS yang tergolong cukup lawas.Yang mengejutkan bukan usia OS-nya, melainkan seluruh aplikasi di dalamnya yang merupakan tiruan buatan Korea Utara.Beberapa aplikasi utama di dalam ponsel, seperti browser, kalender, kamera, hingga pemutar musik dibuat khusus untuk menampilkan konten propaganda dan tak bisa menjalankan fungsi yang sesungguhnya.Maini menyebut beberapa aplikasi bahkan hanya menampilkan informasi tentang pemimpin dan ideologi negara.Baca juga: 10 Merek HP Korea Utara yang Jarang Diketahui DuniaYoutube.com/Mrwhosetheboss Ponsel Android Korea Utara yang mensensor kata Korea Selatan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-15 07:06