Gaji Jakarta Rp 5 Juta Hanya Sekadar Cukup, Bahkan Terasa Kurang

2026-01-12 05:59:11
Gaji Jakarta Rp 5 Juta Hanya Sekadar Cukup, Bahkan Terasa Kurang
JAKARTA, – Angka Upah Minimum Regional (UMR) DKI Jakarta yang menembus kisaran Rp 5 juta kerap dipersepsikan sebagai upah tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain.Namun, di balik nominal tersebut, banyak pekerja justru merasakan ruang hidup yang semakin sempit di tengah tingginya biaya hidup ibu kota.Gaji kerap habis untuk memenuhi kebutuhan dasar. Ruang untuk menabung nyaris tak ada, sementara hidup berjalan dari satu tanggal gajian ke tanggal gajian berikutnya.Cerita tersebut datang dari para pekerja yang setiap hari menggerakkan roda Ibu Kota, mulai dari admin media sosial, sekretaris, hingga tenaga penjualan lapangan.Baca juga: Hidup dari Gaji UMP di Jakarta: Bertahan, Berhemat, dan Menunda Mimpi“Menurut saya lebih ke sekadar bertahan. Dibilang cukup juga enggak, tapi mau dibilang kurang ya tetap dijalani,” ujar Putri Lestari (25) saat ditemui di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu .Putri, perantau asal Jawa Tengah yang telah enam tahun tinggal di Jakarta, hidup di tengah kenaikan harga sewa kos, ongkos transportasi, dan harga pangan yang terus merangkak naik.“Untuk kos sekitar Rp 1,5 juta per bulan, itu sudah paling minimal yang masih masuk akal jaraknya ke kantor. Transportasi bisa Rp 500.000–Rp 700.000 per bulan,” kata Putri.Pengeluaran lain, seperti pulsa, internet, dan kebutuhan mendadak, membuat Putri kesulitan menabung. Menjelang akhir bulan, ia mengaku harus lebih selektif mengatur pengeluaran.“Lebih selektif beli makan, nahan pengeluaran, dan mikir dua kali kalau mau beli sesuatu,” kata dia.Dari gaji UMR sekitar Rp 5,4 juta per bulan, sebagian besar pengeluaran Putri terserap untuk kos, makan, dan transportasi.“Iya berputar di kebutuhan pokok saja. Itu di luar kalau ada acara-acara atau jelang lebaran pasti pengeluaran banyak,” ucap dia.Baca juga: Ketika UMR Tak Cukup Hidup Layak, Pekerja Bertahan dari Gaji ke GajiIa juga kerap menunda membeli barang tertentu dan mengurangi hiburan.“Dikurangi pasti tapi kadang juga lebih sayang uang dan bertahan hari ke hari di banding hiburan sesaat,” kata Putri.Bagi Putri, UMR Jakarta masih cukup untuk bertahan hidup sebagai pekerja lajang yang mampu mengatur pengeluaran dengan ketat.“Kalau saya lihat gaji segitu kalau sendiri cukup, tapi berdua pasti kurang,” ucapnya.


(prf/ega)