Tragedi Longsor dan Banjir di Nduga, 15 Orang Hilang

2026-02-03 08:40:01
Tragedi Longsor dan Banjir di Nduga, 15 Orang Hilang
NDUGA, - Tragedi longsor dan banjir melanda Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Sabtu sekitar pukul 17.00 WIT.Berdasarkan data yang diterima Kompas.com, kejadian ini mengakibatkan 15 orang dilaporkan hilang terbawa arus dan hingga saat ini belum ditemukan."Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu longsor dan banjir besar, sehingga menelan korban jiwa.""Ada 15 orang warga dilaporkan hilang dan hingga kini belum ditemukan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nduga, Yoas Beon, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu malam.Baca juga: Anak Buah Egianus Kogoya Ditangkap di Nduga Papua PegununganMenurut Yoas, peristiwa longsor dan banjir ini merupakan kejadian luar biasa yang pertama kali melanda Distrik Dal."Jadi selain korban jiwa, sejumlah fasilitas umum rusak parah dan masyarakat terdampak mengalami kesulitan akses serta kebutuhan dasar. Kami pemerintah daerah langsung bergerak cepat," ujarnya.Pada Sabtu, 2 November 2025, Yoas bersama unsur Forkopimda Kabupaten Nduga menggelar rapat darurat untuk merumuskan langkah penanganan.Menghadapi medan berat dan akses yang terputus ke Distrik Dal, Yoas melakukan koordinasi langsung dengan Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi.Baca juga: Sidak di Toko dan Kios, Pemda Nduga Temukan Produk Kadaluarsa yang Masih Dijual"Hasilnya, bantuan helikopter TNI dikerahkan untuk menjangkau lokasi bencana dan mempercepat proses evakuasi serta pengiriman bantuan," jelasnya.Pemerintah Kabupaten Nduga mengajak seluruh pihak bersatu dalam menghadapi musibah ini."Doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia sangat dibutuhkan agar para korban segera ditemukan dan pemulihan wilayah terdampak dapat berjalan lancar," tutup Yoas.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-03 07:18